"Saya tidak tahu sampai kapan hati ini akan berhenti mencintai kamu. Saya tidak tahu sampai kapan saya tidak merasakan apa-apa disaat bersama kamu. Kamu menguatkan saya untuk mencintai kamu lagi. Kamu menggenggam tangan saya untuk memulai kita yg dulu. Namun, disaat genggaman tangan itu sudah saya eratkan, kamu lepaskan."
Yaa begitu kenyataannya. Bahkan disaat gua memutuskan untuk tidak berhubungan lagi sama lo, lo sms satu kalimat aja yg ngebuat gua mau bales. "Still awake? I miss you now." You miss me now? I miss you everyday. Itu kenyataan yg paling gua benci. Tapi dengan kangennya gua sama lo, ga membuat gua kontak lo duluan. Gua mikir, dengan gua yg menghilang dari kehidupan lo, dan tanpa adanya lo, bisa ngebuat gua netralisir rasa sayang. Ya, bahkan sampai detik ini gua gabisa kontrol rasa sayang ke lo. Gua pikir, gua butuh buat netralisir rasa sayang dan disaat kita ketemu lagi, bahkan udah gaada harapan sekecil apapun untuk kembali sayang sama lo.
But that night, you make me fallin' love again. Tentram. Damai. Itu yg saya rasakan disaat saya mencintai kamu. Bahkan saya merasakan hangatnya genggaman tangan dan pelukanmu. Saya berfikir untuk mencintai kamu lagi, kamu meyakinkan saya untuk jatuh cinta lagi. Saya berfikir untuk mencintai kamu dan membiarkan kamu pergi. Saya berfikir akan siap untuk mencintai kamu walaupun kamu sudah memulai hubungan yg baru dengan wanita lain. Saya berfikir akan siap untuk mencintai kamu walaupun kamu menggenggam, memeluk bahkan mencium bibir wanita lain. Lovin' you was about letin' go. Saya wanita bodoh yg hanya menunggumu bahkan disaat kamu masih sibuk mencari. Saya pun tidak tahu, pada akhirnya kenyataan akan mendukung saya atau mendorong saya jatuh. Kamu pernah bilang betapa berartinya saya di hidup kamu, tapi hal itu tidak membuat kamu berhenti mencari. Hal itu tidak membuat saya menjadi prioritas dalam hidup kamu. Mengapa saya menginginkan status prioritas? Bukankah saya sendiri yg mengakhiri hubungan? Dengan dua hal yg telah kita lakukan, Bukankah kita menjadi munafik dimata cinta?
Terlalu cepat mengeluh apabila saya menginginkan prioritas saat ini. Karena kita baru saja memulainya kembali.
Saya sering berlari hanya untuk kamu kejar. Hanya untuk ingin tahu apa arti saya dalam hidup kamu. Tapi itu tidak berhasil. Mungkin, saat ini kamu lelah mengejar. Dan saat ini juga, saya akan berhenti berlari. Saya berusaha untuk selalu ada disaat kamu butuh. Saya tidak akan berhenti mencintai walau kamu tidak dapat dimiliki. Saya mencintai kamu dengan semampunya saya. Walaupun saya tidak tahu apa yg akan terjadi nanti. Apa itu akan menyakitkan saya atau kamu yang akan sakit?
Rabu, 30 September 2015
Selasa, 25 Agustus 2015
Missing you when you've missed
Ini postingan mau jujur aja sejujur2nya. Gaada emosi kayak postingan sebelumnya. Mungkin ada tulisan yg dianggep lebay, but I mean it. Really. I miss you. Jakarta, 03:03 AM. Kemaren gua liat semua foto2 kita, semua chat lo, tapi sayangnya gaada capture chat kita yang terakhir. Udah berapa minggu kita ga chat? Cuman seminggu doang sih kayaknya. Mungkin sampe sekarang lo gangerti alesan gua memutuskan hubungan. Gua mau ngejelasin pas chat juga bingung jelasin gimana karna lo ga nanya dan gua males tbtb ngejelasin kenapa mutusin karna lo pasti udah anggep basi. Gua mutusin karna banyak faktor. Ini faktor utamanya. Disaat sama lo, gua melupakan semuanya. Kewajiban gua. Dan gua ngerasa setiap harinya gapernah ngelakuin hal yg berguna lol. Gua terlalu memprioritaskan lo. Bahkan yang harusnya waktu gua buat keluarga, gua malah lebih memilih lo. Gua ga nyalahin lo di part ini karna ini sepenuhnya salah gua yang terlalu memprioritaskan lo di hidup gua. Gua ngerasa ada yang salah sama hubungan ini dan lo tidak mengerti lalu gua pilih untuk pergi. Mungkin bisa aja kita nyelesaiin masalah ini tanpa harus pergi, dengan cara gua yang merubah mind set. Tapi ternyata gabisa. Setelah putus pun, chat lo masih prioritas dibanding chat temen2 gua. Gua sih nyium bau2 di pelet sama lo lol. Gua masih belom cukup dewasa buat mendewasakan lo, gua masih belom cukup dewasa untuk mencabangkan pikiran gua disaat gua harus mikirin lo, mikirin keluarga, mikirin temen, dan mikirin pelajaran. Lo mungkin gasuka dengan tulisan 'belom bisa mendewasakan lo.' Dalam masalah percintaan, gua anggep lo masih kayak anak kecil. Gua kesepian, butuh pacar, nyaman? Pacarin, bosen? Putusin. Gua sotoy banget. Tapi bener kan? Mungkin lo pikir dengan pacaran model coba-coba gitu bisa salah satunya ada yg berhasil. Lo salah. Kalo begitu caranya, lo bakal keilangan orang yang terbaik di hidup lo hanya karna bosan dan ga tahan, maybe. But I believe that, someday you'll understand about love and women too. And someday, you'll find someone who love you, never leave you and YOU'VE BEEN AFRAID TO LOSE. That's important point. Cinta bukan tentang lo sendiri aja. Tapi tentang lo berdua. Percuma aja kalo cewek lo udah berusaha buat ga ninggalin lo tapi disaat dia milih buat ninggalin lo, lo malah pasrah tanpa tanya mengapa. Cerita gua tentang cinta2an mulu? Bodoamat. Tapi karena lo, cinta2an gua ga selebay account line remaja jaman sekarang lol. Kemaren gua dengan sengaja dan sadar dan pastinya tidak lagi mabuk bir peletok, ngebuka file yang ada di hp isinya lo semua. Foto kita, capture chat kita dan semua pict quotes yg pernah lo kasih, semuanya tersimpan rapih dalam file itu. Pas putus gua milih buat hide file itu. Setelah putus jujur aja dengan egoisnya gua mikir gua yang selalu berjuang, gua berjuang lebih banyak dari lo. Ternyata gua salah, kita sama sama berjuang. Pas kita lagi putus, lo selalu chat dan semacam memohon untuk gua untuk kembali. Dan gua stuck dengan kalimat chat lo yg 'mungkin emang raga kamu gaada lagi disamping aku, tapi hati aku masih bakal tetep sayang kamu.' Apa kalimat itu masih berlaku sampai sekarang? Disaat gua udah gaada disamping lo? Lo masih menyimpan gua di hati lo? If that was a lie, That was the best lie I've ever believe. If that was true, me too. I do. Walaupun disaat kamu sudah menggenggam tangan wanita lain, walaupun kamu sudah mencintai wanita lain, walaupun disaat yang membuat kamu bahagia bukan saya, saya masih menyimpan kamu dalam hati saya. Saya mencintai kamu dalam diam. Cara saya mencintai kamu sehalal hanya mendoakan kamu yang terbaik setiap sholatnya. Saya harap kamu bisa menemukan wanita yang kamu takut ia pergi, bukan wanita yang kamu biarkan pergi dan minta ia untuk kembali. Berjuang bukan hanya untuk mendapatkannya namun berjuang untuk melindunginya. Kamu cocok jadi stricker tapi kamu ga cocok jadi kiper. Dan kamu cocok kerja di air. Heee galucu. I don't hate you. When I said the bad things about you, it doesn't mean I hate you. I care. Saya mau kamu jadi pribadi yang lebih baik agar hubungan yang kamu jalin selanjutnya bisa lebih baik dibanding saat dengan saya. Mungkin kata2 mau kamu jadi lebih baik yang diucapin mantan terlalu bullshit, tapi, I mean it. Karna saya gagal merubah kamu menjadi lebih baik secara pribadi dan dalam hubungan. Dan pasti datang wanita hebat yang bisa melakukan itu dan yg akan kamu panggil ibu dari anak2mu. Ih mulai lebay. Sorry dude, I'm drunk le minerale segalon jadi ada manis2nya gini deh. Dibalik mendoakan kamu dapat yang terbaik terbesit kalimat 'bisa saja itu saya' lol. I miss you sometimes. No. Everyday. Seriously. Karna sampe sekarang belom ada yang datang dan berusaha masuk kedalam hati untuk menggantikan kamu. I don't hate you and plz don't hate me because I'm too sexy to be hated lol. Bhay. Kalimat dari film love rosie bakal jadi penutupan postingan jujur banget dari hati banget ini banget. "No matter where you are or what you're doing or who you're with, it doesn't matter. It doesn't change it. I always have and always will honestly, truly, completely love you" And actually no matter if you don't read this too lol yang penting udah lega semuanya udah dikeluarin. Peace, love and mabok le minerale💃
Sabtu, 22 Agustus 2015
What happen next?
Here I am again... Dengan kesendirian lagi yang entah sampe kapan lol. Gua baru baca post sebelumnya terlalu nyindir dan mojokin dan nyalahin my ex bgt y kayaknya. I'm sorry,dude. Maybe I'm drunk lol. Setelah 3minggu putus, dia sudah menemukan tambatan hatinya yang baru. Dia sudah bahagia dengan wanita lain. Terlalu cepat? Yes. Setiap temen2 gua yg tau, mereka langsung blg 'kok jahat banget sih ling' 'najis dasar cowok, dia bukan laki2 namanya.' Tapi berkali2 gua ngomong ke temen2 gua kalo 'gaada yg salah. Gua yg mutusin kok. Kecuali kalo dia yg mutusin boleh bilang dia jahat. Mau dia pacaran sehari setelah putus juga ga masalah kalo gua yg mutusin' tapi tetep aja temen2 gua langsung berpikir negatif sama cowok yg baru putus langsung cepet punya pacar baru. Awalnya gua emang ga terlalu peduli kalo dia udah punya pacar lagi. Gaada yg bisa disalahin sama orang yg saling jatuh cinta, right? Then sampe akhirnya Nadya bilang 'itu mah antara dia mau coba buat lupain lo atau lo ga berkesan buat dia.' Gua yang tadinya gaada sedih2nya pas putus, inget kalimat Nadya yg terakhir langsung...... Don't you remember, dude? Lo pernah bilang kalo gua cewek lo yang paling sabar ngehadepin semua sifat lo dan yang bertahan paling lama diantara mantan2 lo yang lain. Gua percaya karna ngeliat history mantan lo yg cuman pacaran beberapa bulan doang sedangkan gua yg udah hampir dua tahun bareng2 sama lo. Dengan semua yang udah kita lakuin, dengan semua pengorbanan yang kita buat, I thought wrong. Ternyata gua masih ga berkesan buat lo. Itu doang sih yang kadang bikin gua sedih. Tapi tidak buat nangis2 berhari2 dan berusaha buat chat lo duluan sih. Tau sendiri gua gapernah memulai. Walaupun dia temen cowok gua juga gua paling anti sama yg namanya chat cowok duluan. Kecuali kalo ada yg bener2 penting penting penting penting banget. Gengsi? Yes. Emansipasi wanita? Noo!! Dari dulu juga gaada sejarahnya sel telur ngejar2 sel sperma lol. Setelah dia jadian masih tetep komunikasi dan gua sempet cerita sekali. Dia udah cerita tentang masalahnya dan gua berusaha buat bantu. Tapi disaat gua cerita panjang lebar dia cuman bilang 'gila gua gabisa bilang apa2 lagi' gua pikir dia bakal ngedengerin karna gua belom ngeluarin apa yg gua rasain, tapi pas gua bales lagi, dia bales lama. Gua cuman butuh didengar. Bete ga sih lo kalo lagi cerita tapi temen lo balesnya 15menit kemudian padahal lo belom ngeluarin semua yg lo rasain? Lagian juga gua punya masalah kan ga setiap saat juga jadi gua butuh didenger ga setiap saat juga. Banyak hal yg bikin gua salah nilai. Setelah putus gua sadar, gua pikir gua bisa mendewasakan lo, tapi ternyata gua belom cukup dewasa buat ngedewasain lo. Dan setelah gua pikir kita bisa temenan, gua salah. Lo tidak menunjukan bergunanya lo sebagai teman. Lo cuman dateng disaat lo lagi sedih, disaat gua lagi sedih kayaknya lo ga peduli. Lol gua mojokin lo lagi. Gua mojokin juga karna hal yg udah lo buat. Biar lo tau cara menjadi teman yang baik seperti apa. Gua nyalahin lo? Iya, lo salah sebagai teman. Gua ga nyalahin lo karna lo mantan gua, karna lo jadian terlalu cepet, karna semua yg udah lo lakuin selama kita pacaran. The past just left behind. I forget to say thank you. Karna lo gua bisa berubah jauh lebih baik dari sebelumnya. This point, I mean it. Karna lo gua bisa bersikap realistis. Gua ga keterima ptn mana2 tahun ini. Sedih? Pasti. Yang gua bakal lakuin kerja, cari duit yang banyak, kasih duit ke orang tua dan nenek,kakek gua setiap bulan, beli baju yg gua mau tanpa liat harga lol, beli sepatu adidas dan converse kalo lagi buy 1 get 1, beli iphone 6 kalo bisa ketabung, jualan pulsa again kalo orang2 bayarnya cash no utang2 wkwk, dan soal pekerjaan? Gua mau jual diri lah lol. Gua mau ngelakuin hal yg berguna tahun ini karna gua ngerasa tahun2 kemaren gua sangat amat tidak berguna sebagai anak lol. Bye, see you next time😘 padahal ini juga gaada yg baca wkwk😂
Rabu, 29 Juli 2015
Dear...
It's been too long to know who you are. And now it's time for me to take a rest. Yes, gua capek. Gua capek dengan sok kuatnya gua akan semua ego lu yang gabisa gua tahan lagi. Sakit? Pasti. Siapa yang mau putus setelah hampir dua tahun pacaran. Dan semua sifat kasar lo. Dan semua ego lo yang susah untuk meminta maaf. Dan semua sifat lo yang menguatkan gua seakan gaada yang terjadi apa-apa. With all the 'girls.' Your ego. Yes, I've been tired. But I miss you sometimes. Tapi itu cuma sebersit aja di dalem otak gua. Mencoba buat terbiasa dengan tiadanya lo sekarang. Mencoba buat terbiasa dengan semua perbedaan yang terjadi setelah putus. Toh ini juga keputusan gua. Gua harus siap dengan konsekuensi. Gua harus siap dengan mungkin lo yang bakal menjalin hubungan lagi sama cewek. Gua harus siap dengan melihat lo ketawa dan jatuh cinta dengan cewek lain. Gaada yg ga mungkin, right? Secara kita emang berawal dari temenan, lalu pacaran, dan walaupun putus gua masih mau berteman baik. Janji gua sama lo untuk selalu ada buat lo semampu gua, inshaallah bakal gua tepatin. Dua hari ini gua mimpiin lo. Kalo di bilang terlalu mikirin lo banget sesudah lost contact mah enggak. Kalo di pikirin mulu yang ada gua nangis mulu. Duh sayangnya udah kering air mata buat nangisin cowok lagi. Duh muna. Gak muna sih. Pura pura sok kuat aja buat sendiri lagi mungkin bakal bertahun-tahun. Lol. Siapa yang bakal tau selanjutnya? Mimpinya lo udah dapetin pengganti gua, dan pertama gua masih marah sama lo karena itu terlalu cepet. Dan lo masih ngebaik-baikin gua. Mimpi yang kedua lo marah sama gua karna konsekuensi gua yang butuh lost contact buat ngilangin rasa sayang. Ga ngerti sih itu mimpi artinya apa. But FYI, gua butuh waktu buat ngelupain dan ngebiasain keadaan kalo lo bukan milik gua lagi. Kalo kita udah putus dan terus masih bersikap biasa aja kayak pacaran dulu, dan tbtb lo juga deketin cewek lain dan jadian? Gua pernah berada di situasi itu. Yes, dua kali. Yang pertama jadian, yang kedua cuman sekedar deket. Yang ketiga? No thank you. Gua merasa jadi cewek terbodoh dengan masuk ke lubang yang sama dua kali. Yes, I've been fooled because of you. Blinded. All I know was loving you and gave you my best. But maybe I just can't get enough for you. I'm sorry. Cuma kurang lebih dua tahun gua bisa bertahan sama lo. Awalnya, gua berharap lo bisa ambil kesimpulan dan belajar dari putusnya kita. Dan lo bisa balik lagi dengan lo yang baru. Tapi tambah lama harapan itu pudar. Gua udah pernah ngerasain sakitnya berharap tapi kenyataan ga sesuai harapan. Bersikap realistis. Ngejalanin apa yang ada di depan mata gua. Dan tentunya fokus sama cita-cita gua. Yang di bayangan gua sekarang cuma bisa masuk perguruan tinggi negeri sesuai jurusan yang gua minatkan, belajar yang bener, lulus dengan ipk tinggi. Boys? I've got no time for that. Ini sih ngomong karena belom ada yang ngedeketin serius aja. Kalo ada yang ngedeketin serius juga luluh lagi. Jatuh cinta lagi. Cowok mulu lagi. Mehhh. But seriously, lagi capek buat ngejalanin hubungan lagi. Nutup diri? No. Gua ga bakal nutup diri dengan semua orang yang datang. Karena di saat gua nutup diri, gua bakal kehilangan sesuatu yang berharga dari orang tersebut. Semua orang datang ke hidup kita karna ada alasan tertentu. Then I won't missed that reason. Dear...you... Gua harap lo bisa dapet wanita yang lebih sabar dalam menghadapi lo. Menghadapi the black side lo. Dengan sabarnya dia bisa mengubah itu menjadi lebih baik. Dengan sabarnya dia bisa menaklukan lo dengan sifat keras lo. I'm sorry. I've failed on you. Ternyata gua tidak begitu kuat untuk menghancurkan batu. Selalu ada pembelajaran dengan hadirnya lo di hidup gua, begitu juga sebaliknya. Semoga lo bisa belajar dari semuanya dan jangan ngelakuin kesalahan yang sama. You're not here arround me, but you're still here in my heart and my memories. I'll kept you there until my heart was ready to fallin' love again.
Rabu, 04 Februari 2015
Untuk Mamas Hendra...
You know when I tell you that I wanna go? Psst you know I'm lying and I can't stop writing about him. Karena dia masih berada di hidup gua sampai sekarang. Gua gatau kenapa dia ga pergi-pergi dan dia selalu bertahan dengan ego gua yang tinggi dan emosi gua yang meluap2. It's been 3 years and he stay. Kebayang dong seberapa sabarnya dia? Seberapa sayangnya dia? Seberapa gabisa hidupnya dia tanpa gua? INI VERSI NGEBAGUS-BAGUS-IN AJA SIH. PENCITRAAN AJE DULU KEK ARTIS2. Nooo, gua akuin dia lelaki paling sabar yang pernah ada di hidup gua. Yaa walaupun dengan embel-embel jeleknya, He's still the best. KENAPA BISA? Ya karena diriku lelah bergulat dengan ego-ku sendiri. Ego untuk tidak memaafkannya dan untuk pergi dari hidupnya dan memintanya untuk tidak kembali lagi. Namanya juga cewek, disaat dia bilang 'pergi dari hidup gua' itu hanya ego-nya yg sedang meluap yang artinya 'stay.' Dan disaat dia ngedeket lagi, caranya dia ngedeket ya emang beda. Lebih keliatan perjuangannya. Lebih serius dan keliatan lebih sayang. Kayak waktu itu gua minta dibeliin coklat sama dia dan seminggu kemudian dia ke rumah gua dengan embel-embel minjem buku arab taunya dia mau ngasih coklat dan kalo lagi berdua, jajan gua tidak mengeluarkan uang sama sekali ya karena lagi gaada duit juga-_- Ya gitu dah dia lebih banyak mengeluarkan uang buat gua. Gua tidak matre yang menganggap semakin banyak uang, semakin serius cowok itu. Orang kayak dia, harus nabung dulu buat jalan, dia ga selalu punya duit, dia bukan anak manja yang ketergantungan duit sama orang tuanya, dan disaat dia punya uang, dia habiskan setengah atau mungkin tiga perempatnya buat gua. Siapa yang ga luluh? Dengan keseriusannya dan cara yang dia lakukan membuat gua ikutan serius juga. Gua yg awalnya nganggep kalo dia balik lagi karna lagi kangen doang, dan gaada niat balikan, ternyata gua salah. Malah kebalikannya. Dan disaat ada orang yang serius sama gua, ya gua serius-in balik lahh. Tidak mau membuat perjuangannya sia-sia karena muka gua ga pantes buat jual mahal kek gitu. Makin kesini, dia semakin jelas dan tiba-tiba dia bilang 'kita balikannya setelah UN aja yaa.' Mungkin gua udah kebal dengan wacana itu dan tidak terlalu percaya dan berharap lagi yaa udah cuman iyain, kaga mikirin, liatin aja kedepannya gimana. Kalo sedikit cuek ya gua akuin iya, gua cuek juga buat spekluasi buat gua ga baper lagi dan terlalu berharap lagi kayak kemaren2. Jadi selama pdkt lagi, gua cuman menghargai semua perjuangannya aja dengan sedikit senang, sedikit baper, dan semua serba sedikit karna ga siap sakit hati lagi lah yaaa. Tapi ternyata kita balikan sebelum UN, jadi yaudah, ga waw juga sih cara balikannya, tapi gua tetap menghargai dan mengingat gimana dia bikin gua luluh lagi dan ngebangun rasa percaya dan sayang gua lagi sama dia, gua juga emang masih sayang, mau balikan, ya kenapa enggak? Jadi kesimpulan yang gua ambil buat saat ini adalah......udah lah koy jangan sok-sokan ngalus lagi, lu kagak bisa idup tanpa gua wakakakakakak engga dengg. Dengan menaik dan menurunkan ego itu berguna, buat bikin orang sadar dan merasa tertampar oleh kesalahannya anjay bahasa gua udah kayak sastrawan, kalah sastrawan. Dan kadang bersifat bodoamat juga berguna, buat ga baper sama mantan yang ngedeket lagi lol. Yaaa maaf-maaf aja nih koy kalo aku baper pas pacaran, pas pdkt ga pernah, soalnya aku baru bener-bener peduli banget sama kamu ya saat kita pacaran. Udah lah ya koy segini dulu aja, tau ga sih? AKU DIGIGITIN NYAMUK DARITADI;(
Minggu, 11 Januari 2015
Giving up on you
Udah kayak lagu yeuu gajelas bhay. Ini mungkin bakal jadi postingan terakhir gua menceritakan perjalanan cinta yang berliku-liku, banyak sedih dan bahagia, lucu, unik, dan aneh dengan orang yang sama. Gimana pisahnya ya kita doang yang tau permasalahan dari awal sampe akhir. Disini gua cuman nyampein inti sama yang gua rasain aja. Jadi kaku banget gua nulis postingan. Efek abis bikin karya tugas ilmiah. Awal deket lagi sama dia, gua pikir kita bisa balik lagi kayak dulu. Mean pacaran. Karna tau sendiri sesama mantan gaada yang bisa murni temenan. Pasti ada salah satu diantaranya yang ngarep balikan. Apalagi sama-sama single, siapa yang ga mikir dideketin mantan tapi mantan ga punya tujuan? Ga mungkin kan. Salahnya gua yang terlalu ngarep dan terlalu percaya sama kata-katanya dia. Dia udah ngomong dari awal 'Buat saat ini kita gabisa pacaran, aku pengen sendiri dulu, tapi kita deket juga buat ngebenerin semuanya yang salah dari kita kok, 3 bulan kita deket mungkin kita bisa balikan' Alah bullshit kau lelaki bilang aja lagi bosen dan mau ngalus lol. Yaa namanya juga sayang gua percaya-percaya aja dan ngikutin cara mainnya dia. Seiring jalannya kita deket ada aja yang bikin gua nethink, entah itu dia lagi deket juga sama cewek lain dan dia ngerasa nyaman ama cewek itu atau gua takut kita deket tapi tbtb dia jadiannya sama cewek lain. Gila kalo udah yang kedua itu udah gaada lagi kunci yang bisa masuk hati gua lagi kali. Lebay tapi emang begitu. Semua cewek punya tingkat kecewanya masing-masing, dan tingkat kecewa gua yang paling tinggi ya urusan 'Cewek lain.' Tapi dia sabar dan ngeyakinin gua kalo dia cuman deket sama gua doang. Sampe akhirnya dia ngeyakinin gua berkali-kali dengan manisnya dia akhirnya gua percaya 100%. Tapi semua percaya itu ancur pas tahun baru. Lagi acara bakar-bakar gitu, dia lagi samping-sampingan sama temennya dan dia lagi main hape trs temennya bilang 'masih aja koy' trs dia bilang 'sstt diem-diem aja lu.' Anjing disitu gua langsung ngedown dan langsung cerita sama Rini walaupun itu belum tentu bener. Akhirnya gua diem aja, ditanya ama dia berkali-kali ga gua jawab, akhirnya gua yang nanya 'Ngalus cewek?' 'Enggak' 'Boong' 'Iya aku boong.' TAU DONG KELANJUTAN ABIS DIA JUJUR GUA NGAPAIN? JADI GAUSAH DI DESKRIPSIKAN LHA YAA. Rasanya percaya gua yang dari pas deket 100% langsung turun drastis jadi 20%. Karna percayanya masih ada gua masih bisa manisin dia, gua cuman bisa nangis dan marah2 sama dia, tapi marah yang paling klimaks paling cuman nangis doang. ANJING KENAPA HARUS DICERITAIN LAGI DISINI AH TAE KESEL SENDIRI KALO LAGI CERITAIN INI. Akhirnya setelah itu gua mutusin buat ga kontakan sama sekali lagi sama dia, tapi kita bakal sama-sama ada kalo lagi butuh. Tapi dia tetep nge wa atau bbm gua, tapi gua cuman bales singkat-singkat karna udah bener-bener gaada gairah chat sama sekali sama dia, apalagi gairah balikan. Akhirnya gua tegasin berkali-kali sampe dia ngerti. Setelah sehari ga kontakan sama sekali, tiba-tiba ada masalah di rumah, otomatis gua butuh dia, kita ketemu, dia nenangin gua, kita ketawa-ketawa bareng lagi, tapi entah kenapa pas saat itu rasa sayang yang gua bangun dari awal deket berkurang. Dia ngomong hal-hal manis gua diemin aja, terus gua bilang aja 'boong' mulu. Percayanya udah hampir ilang, rasa sayangnya berkurang ya begitu jadinya. Setelah itu gua mikir, ancurnya hidup gua juga disebabin sama dia, gairah hidup gua berkurang juga ya gara-gara dia. Malem setelah cerita gua langsung bilang buat ga kontakan sama sekali sama dia, gamau balikan lagi, dan intinya dia pergi jauh-jauh dari hidup gua tanpa balik lagi. Gua kasih dia kesempatan buat ketemu terakhir kalo dia lagi ada masalah, karna gua utang 'ada saat butuh' sama dia. Tapi dia tetep aja gamau dan selalu bilang 'See you at april' seakan-akan kita bisa balik lagi kayak dulu pas april setelah UN. Hari-hari gua terasa berat aja gaadanya dia sama sekali di hidup gua. Biasanya kan tiap hari digangguin dia mulu. Gadenkk. Terus pas hari apa gitu dia masih sms dan tetep bilang 'See you at april.' Terus pas hari apa gitu gua lupa gua apus nomornya dia tapi lupa ngeblock wa, bego dasar lu ling. Dia nge wa gua lagi, tapi tetep aja gua ladeninnya cuek. Karna kelewat kesel mungkin gatau lagi deskripsiinnya kayak apa. Gatau kenapa tbtb gua marah-marah. Mungkin karna dia ga pergi-pergi gitu dari hidup gua makanya gua masih ngerasa terbebani. Gua selalu bilang dia buat pergi dan biar dia tepatin janjinya buat ga balik-balik lagi ke hidup gua dan dia selalu bilang gabisa, pergi sekarang mungkin bisa, suatu saat buat balik pasti ada kesempatan. Itu doang yang selalu dia bilang. Fuck off. I need you now, not tommorow or a years later. Kalo lo bilang 'butuh' dalam artian yang lo selalu ada buat gua setiap ada masalah, lo salah. Karna gua butuh lo saat ada maupun gaada masalah. Gua butuh lo buat sayang sama gua sepenuhnya dan jadiin gua satu-satunya. Itu yang gua butuh. Ya kalo lo gabisa ngasih 'kebutuhan' gua, pergi lah jadi konsekuensinya. Pas chat itu tapi akhirnya gua minta dia buat stay. Setan apa yang masukin badan gua sampe nyuruh pergi, minta stay, pergi lagi, minta stay lagi. Gila lu ndro emang ababil yang paling keras kepala lol. Dan disaat gua bilang dia buat stay, dia selalu nyinggung soal pergi gitu-gitu. Tapi gua tetep milih buat stay. Mungkin ada sakit hati sisa tahun baru yang bikin gua selalu nyinggung dia soal ngalus cewek. Klimaksnya dia bilang 'Lo udah gangerti apa-apa tentang gua lagi link.' Dan gua menyimpulkan itu dia udah ga butuh gua lagi, then I go dengan kalimat baik-baik tanpa emosi. Ternyata itu bikin gua lega, gaada lagi nangis-nangis gajelas yang mikirin ntar kalo dia jadian reaksi gua kayak gimana yak or etc. So this is the end of the story. Walaupun berat dan kadang kepikiran, terus sakitnya masih ngebekas, tapi itu ga bikin air mata gua jatuh lagi. Sedih mungkin karna menghilangkan kebiasaan yang apa-apa ada dia jadi hilang. Susah emang kalo orang udah bosen gabisa lo paksain buat selalu ada buat lo lagi, karna hati dan pikiran dia udah bukan buat lo, walaupun raganya masih sama lo. Emang jadi prinsip gua buat 'Bakal selalu ada buat orang yang butuh gua dan bakal pergi saat orang itu gabutuh gua lagi.' Then I said now 'I'm giving up on you.' Udah gaada lagi kepikiran buat balikan atau berharap dia buat kembali lagi. Gua malah berharapnya ga pernah balik lagi. Lo selalu bilang kalo sayang gabakal seutuhnya ilang. Tapi gua ga sependapat ama lo. Sayang pasti ilang pada waktunya. Dan lo bilang gabisa ninggalin gua karna sayang gabakal ilang seutuhnya. Berarti lo juga gabisa ninggalin semua mantan-mantan lo yang lo sayang sebelum gua? Then I don't want to be your fuckin' ex-girlfriend-choises. I know I'm not the only one~~~ PS. You know I'm still love you then I choose to go and there's no ways for you to comeback. I don't hate you. Gua cuman mau menetralisir rasa dan menghilangkan rasa kecewa agar orang yang datang suatu saat nanti ga merasakan kecewa yang gua rasain karna diri lo. Dan juga mengambil semua kebahagiaan yang gua kasih ke lo, buat jadi milik gua, jadinya ya semua bahagia gua udah bukan karna lo lagi. Thank you. And this is the end.
Kamis, 13 November 2014
Truth
Maaf kalo emang postingan sebelumnya ga sesuai sama lo. Yang gua tulis 'lo masih mengikat gua karna lo gamau kehilangan wanita yang memperjuangkan dan mempertahankan lo.' Ternyata gua salah. Lelaki yang selama ini bersama gue selama hampir dua milenium. Gadenk lebay binggo. Dua tahun. Kalo diitung sama pdkt sih. Ternyata gua ga pernah mengenal dia. Istilahnya soal yang gua kerjain dan gua tau gimana cara penyelesaiannya tapi jawabannya gaada dipilihan ganda. If you say gua munafik lo salah. Semua yang gua tulis dI blog ini tulus dari hati gua. Benda mati yang selama ini selalu dengerin curhat gua dari smp,mana bisa gua boongin sih men bro sist mbbb mzzz? Disaat gua curhat semua pemikiran gua dan semua isi hati gua tertuang disini. Dan mungkin ada pemikiran gua yang ga sesuai sama lo dan gua tulis disini. Siapa yang salah? Gaada yang salah. Saya dikasih otak sama Tuhan untuk berfikir dan saya gunakan itu. Dan kalo pemikiran saya salah, apa itu salah saya juga? Manusia ga luput dari kesalahan. Dan disetiap anda menjalani hidup pasti mengalami salah menyimpulkan. Apa saya harus meminta maaf karena saya manusia yang tidak bisa 'sebenar' Tuhan? Terima saya semanusianya saya yang tidak pernah luput dari kesalahan. Ya gausah diterima sih lha wong udah bukan siapa-siapa. You want to know the truth? Gua masih sayang sama lo. Gua membohongi hati gua untuk tidak sayang sama lo dan belajar untuk membenci lo. Karena cara untuk menetralisir harus dengan menyayangi dan membenci yang seimbang. Disaat hujan terakhir kita berdua, masih tersimpan harapan yang membuat saya berpikir untuk kembali dan membenahi apa yang berantakan. Namun saya berpikir kembali, saya tidak akan pernah bisa mengembalikan gelas yang jatuh dan pecah. Dan anda tahu? Semua ini membuat saya tidak ingin jatuh cinta lagi. Disaat saya percaya bahwa yang kita lakukan akan bertahan selamanya, namun ternyata hanya harapan seorang anak kecil untuk memeluk bulan. Terima kasih atas semua pengorbanan, kasih sayang yang dulu anda beri, dan semua pelajaran yang anda beri. Mencintai anda seperti menggenggam mawar. Sesuatu yang saya cintaii, namun disaat saya genggam, tangan saya sakit tertusuk duri. Saya membenci anda. Itu hanya cara saya untuk menghilangkan rasa sayang.
Minggu, 09 November 2014
Missing u
Disaat rasa sayang harus ditutupi. Disaat rasa ingin memiliki harus dihilangi. Disaat merindu hanya bisa di pendam sendiri. Untuk ketiga kalinya saya mencintai anda dibawah hujan. Namun dengan kita yang berbeda. Dengan kita yang sudah tidak lagi bersama. Dengan rasa canggung yang saya rasakan. Seperti pertama kali mencintai seseorang kembali. Rasa sayang yang selama ini saya tutupi, namun kemarin harus muncul kembali. Merasakan dinginnya hujan dan duduk berdua memandangi hujan dengan iringan musik. Entah mengapa membuat saya nyaman dan ingin mengulang semua itu kembali. Hangatnya kepala anda dipangkuan saya. Hangatnya jemari tangan anda dipundak saya. Dan semua hal kecil yang terjadi kemarin yang membuat saya teringat dan ingin mengulang kejadian itu kembali. Saya rindu melakukan hal kecil menyenangkan itu berkali-kali. Bukan hanya sesekali. Disaat rasa nyaman, rasa sayang, dan rasa rindu yang sejak seminggu lalu saya tahan, saya mengeluarkan itu semua kemarin. Dan yaaa, hari ini saya masih merindukan kejadian kemarin. Namun bisa apa saya dengan semua rasa sayang, nyaman, dan rindu ini? Membiarkannya keluar dan menunjukkan kepada anda? Disaat anda bukan siapa-siapa saya? Itu hanya membuat saya sakit. Yang saya bisa lakukan hanya memejamkan mata dan mengingat nyamannya lantunan musik itu. Nyamannya tatapan mata itu. Nyamannya rangkulan tangan itu. Nyamannya pangkuan itu. Setelah itu apa yang bisa saya lakukan? Hanya bisa membuka mata dan kembali pada kenyataan. Bahwa semua rasa ini harus hilang. Saya sadar, anda melakukan semua itu bukan berarti anda masih menyayangi saya. Anda melakukan semua itu karena masih ingin mengikat saya, sebagai wanita yang sangat menjaga dan memperjuangkan anda, agar saya tidak menjaga dan memperjuangkan lelaki lain. Anda mengikat saya dan anda mencari wanita lain yang lebih baik daripada saya. Saya lebih baik melihat anda bahagia dengan wanita baru tanpa membuat saya bahagia juga. Saya berhak bahagia, dimana kebahagiaan itu datangnya bukan dari anda. Mungkin salah saya terlalu memaksakan hati untuk menghilangkan rasa sayang. Atau salah anda yang masih terus mendekat dan mengikat. Bukan....yang salah mengapa saya terlalu memikirkan itu semua.
Selasa, 04 November 2014
Give me a chance
Sudah lelah dengan semua datang-perginya anda. Sudah lelah dengan semua kata-kata yang keluar dari mulut anda yang membuat saya percaya dan yakin untuk bertahan dan memperbaiki semuanya seperti semula. Betapa bodohnya saya ingin semuanya baik-baik saja layaknya seperti semula. Disaat anda benar-benar mencintai saya dan menerima kekurangan saya dan memperbaikinya. Gelas yang pecah tidak bisa kembali seperti semula. Walaupun saya sudah meminta maaf pada gelas itu. Terlihat seperti saya menyesal? Saya memang menyesal. Bukan menyesal membiarkan anda pergi. Namun menyesal karena saya tidak bisa berperilaku baik disaat saya bersama anda. Saya hanya wanita yang selalu merepotkan anda. Saya hanya wanita yang selalu membuat anda jenuh dengan segala negative thinking di kepala saya. Saya hanya wanita keras kepala. Saya hanya wanita bodoh yang pernah datang dikehidupan anda dan anda cintai...dulu. Saya bahagia dengan saya yang sekarang. Yang tanpa ada ikatan apapun dengan anda. Saya merasa bebas. Melakukan apapun sesuka saya tanpa ada larangan. Dan yang tentunya saya tidak perlu repot-repot memikirkan anda. Disaat kita sudah berpisah, otak saya sudah tidak berpacu kepada anda. Beri saya waktu. Untuk menetralisir semua rasa sayang yang pernah saya beri pada anda. Beri saya waktu untuk tidak mudah percaya akan kata-kata anda. Beri saya waktu untuk benar-benar bisa melepaskan anda pergi. Beri saya waktu untuk mencari kebahagiaan yang datangnya bukan dari anda. Saya merasa hina. Entah mengapa. Saya tidak lebih baik dari sampah. Karena saya teringat saya menyakiti anda dengan sikap keras kepala saya. Tidak ada kata-kata lagi selain maaf, saya tidak menjadi wanita yang baik disaat saya bersama anda. Dan terimakasih atas semua pembelajaran yang saya dapat dari anda. Saya berpisah dengan anda menjadi orang yang baru. Orang yang lebih baik lagi. Terlihat pencitraan? Mulut bisa saja berbohong, namun disaat menulis, hati yang berbicara. Tidak mungkin saya membohongi hati saya sendiri.
Jumat, 24 Oktober 2014
3 in One
Sudah hampir seminggu memendam rasa. Sudah hampir seminggu membohongi perasaan. Sudah hampir seminggu bertingkah layaknya tidak ada beban pikiran dan hati yang mengganggu. Pretending like everything's fine. Gua bohong tentang semua lagu yang gua nyanyikan. Yang berisi tentang kebencian. Sejujurnya saya masih mencintai anda. Dan lagi-lagi saya harus memendam perasaan kepada seseorang yang saya cintai. Berpura-pura tidak peduli akan kehidupan dan keseharian anda. Memendam rasa ingin memeluk dan menangis dipundak anda dan berkata 'Saya rindu kita. Saya rindu kamu.' Gua sengaja melakukan semua itu. Gua sengaja merubah mindset 'peduli' menjadi 'tidak peduli.' Gua gamau keliatan sedih. Menjalankan semuanya seperti biasa. Hanya menghilangkan kebiasaan disaat lo masih sama gua. Hanya menghilangkan luka yang tersisa. Hanya menghilangkan perasaan yang dulu terlalu besar. Hanya menormalkan semuanya sesuai takaran. Menyibukan diri agar tidak terlalu memikirkan anda. Lagi ngeposting begini sambil denger lagu TahuDiri emang D00H ya begitu dah. Dan upayakuuu tahu diri tak selamanyaaa berhasiiil apabila kau muncul terus beginiiii tanpaaa pernah kita bisaaa bersamaaaa pergilahhhh menghilang sajalahhh lagiiii~ Berkali kali kauuu berkataaa kau cinta tapi tak bisaaaa berkali kali ku tlah berjanjiii menyeraaaah~ Bohong aja kalo gua ga mikirin dia lagi chat sama siapa aja sekarang. Bohong aja kalo gua ga mikirin dia lagi ada rasa sama siapa sekarang. Bohong aja terooooz sampe mampooozzz ling. Tapi padamu aku tidak bisa berbohong blogyyy. Jadi ceritanya bete. Tadi mau rada melow gitu tapi bapak menghancurkan semua inspirasi menulis gua. Dengan meminjam laptop buat google maps yang sebenarnya dihapenya juga ada HVVFT. Jadi ya intinya lagi sering-sering ngebohongin perasaan sendiri deh akunya. Lagi sering-sering sok ga peduli sama kehidupan dan keseharian dan pikiran kamu sekarang padahal mikirin mulu tiap mau tidur. Kangen, pengen chat, tapi gamau, karna ntar malah chat mulu, terus berharap, terus ternyata kenyataannya ga sesuai harapan. Makanya jangan kebanyakan ngarep apa lu ling jadi orang. The truth issss I'm still in love with you. I love you but I'm letting u go. Sekarang ganti backsound lagunya jadi AlwaysBeMyBaby. Now you want to be free so I'm letting you flyyyyy cause I know in my hearttt babeee Our loveee will neverrr dieee~ The truth is..... Gua suka mendengar bokap dan deral ketawa bareng2 nonton tv tadi lulzzzz gaada hubungannya keleuz ah linggg. Dadah babay mwah peace love and lupain mantan HAKHAKHAK. Gamau lupain denggg. Seenggaknya ga mau terlalu terpacu dan terpaku sama mantan kayak waktu mantan masih jadi pacar. Mencari kebahagiaan lain yang datengnya bukan dari mantan. It's all about mantan. Kata 'mantan' kita ganti jadi 'alumni hati' aja biar elegan sedikit. Yaa diakhiri wassalamualaikum. Kalo kata guru fisika gua 'i love you' itu artinya jangan bersedih jadiiii I love you, linggg~ Nulis ini diakhiri dengan lagu IjinkanAkuMenyayangimu Andaiii kau ijinkannn walau sekejappp memandanggg ku buktikannn kepadamuuu aku memilikiii rasaaa cinta yang kupendam tak sempat aku nyatakan karena kau tlah memilihhh menutup pintu hatimuuu......Ijinkan aku menyayangimuuuuu~
Jumat, 17 Oktober 2014
Kertas
Karena gaada hape jadinya aku bete jadinya nyalain laptop terus jadinya bete juga cuman ngestalk timeline twitter jadinya yaaa aku ngeposting cajalah. Gua cuma pengen bilang. Terima gua selayaknya kertas. Kertas yang sebelumnya ada tulisan-tulisan tangan. Kotor. Namun dilembar baru, kertas itu bersih tanpa ada tulisan tangan apapun. Yaa. Terima gua seperti itu. Semua orang melakukan kesalahan setiap hari. Setiap orang pasti pernah mengulangi kesalahan tanpa lo sadari. Tapi disaat kita gaada hubungan apa-apa kayak gini, yang gua mau lo jangan terus nginget kesalahan gua disaat kita pacaran. Karna kesalahan gua ya itu kesalahan gua yang dulu, gua yang ngerubahnya jadi lebih baik. Gua ngerubah sikap itu buat semua orang. Gua udah nerima lo selayaknya kertas. Gua ga ngerasa lo punya salah apa-apa dulu ke gua. Gua ngerasa sekarang lo orang yang tenang. Kubur semua kesalahan fatal yang kita lakuin. Gua cuma mau inget-inget kenangan manis sama lo doang. Yaaa seperti ini lah gua. Kalo nginget nginget kesalahan orang mah bakal benci dan kesel terus-terusan sampe mampus. Tapi kalo lo inget manis-manisnya ya rasanya seneng aja. Boong deng bukan seneng aja. Rasanya mau ngulang kenangan itu lagi wakakakakak. Siapa yang gamau ngulang kenangan indah? Tadi nina bilang ke gua 'kalo kata pa coki cewek sama cowok itu punya garis pembatas, cowok boleh ngelewatin garis pembatas cewek, tapi kalo cewek ngelewatin garis pembatas itu, cowok bakal yaaa....wassalam' Mungkin gua udah melewati garis pembatas itu. Maafin gua udah melewati garis pembatas itu yang mungkin bikin lo sakit terus menerus. Maafin semua kesalahan yang gua lakuin disaat kita pacaran. Kita temenan dengan sikap kita yang baru. Tanpa harus nginget nginget kesalahan yang dulu. Peace, love, and gawl cajalahhh. Ini postingan cuman mau ngilangin bete doang sih gara-gara gaada hape wakakak. Kalo rada absurd ya mohon dimaafkannn. Gua selalu inget kata-kata penulis di jaman Jerman ngebunuh Yahudi 'Pada dasarnya, semua orang itu baik.' Udah sih cuman nginget doang. Gajelas dah lu ling. Bay~
Rabu, 15 Oktober 2014
Wrong Jalan
Disaat jalan pikiran dan jalan hati tidak sama dan sejalan, maka ke jalan rumah caja. Yesss kita berjauhan sekarang. Seperti tidak pernah bersama-sama selama. Dan gua harus menerima realita bahwa lo tidak mengisi hari-hari gua lagi, gaada chat tiap pulang sekolah, tidak ada 'aku sayang kamu'-lagi, tidak ada morning-night lagi, semuanya hilang. Rasanya mau menahan hati buat ga sayang lagi. Tapi pasti bakal terasa sakit kalo memaksakan kehendak hati. Kalo terus sayang, itu buat sakit juga. Why loving you is so hurt? Teringat kesan terakhir yang lo berikan sama gua. Dengan emosi kita yang sama-sama meluap. Hanya karena masalah sepele. Yang jelas gua gamau ceritain detailnya kayak gimana. Gua bukan Tuhan juga yang bisa menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kalo kata pilem india sih, mencintai seseorang tanpa syarat. Tanpa syarat kalau dia harus mencintai kita juga. Dan syarat apapun. Ya mungkin benar. Cinta yang tulus emang keliatan indah dan bego di jaman sekarang. Kita ga bakal kan ngebiarin orang yang kita sayang punya sikap yang ga baik terus-terusan? Pasti ada rasa untuk ngerubahnya jadi lebih baik. Kalo modal sayang doang mah pasar malem juga banyak yang 'sayang anak, sayang anak.' Kalo sayang harus pake logika juga sih. Ga mau juga gua terus-terusan diemosiin setiap lingkungannya lagi buruk. Ga mau juga gua terus-terusan dikasarin dikatain 'sampah' dan apapun itu padahal masalahnya sepele banget. Gamau juga gua terus-terusan minta maaf sama kesalahan sepele terus dianya masih gamau maafin dan masih terus emosi. Aku pacar kamu kannn? Aku gabakal terus kamu emosiin setiap saat kan, chayankqkq? Kamu pikir aku tembok yang kalo kamu lagi emosi kamu tonjok terus diem aja. Aku punya hati abang, sakit juga kalo sering2 kayak begitu. Ya akhirnya sekarang diriku telah ada di titik puncak rasa lelah. Aku tidak tahu bagaimana mengubahnya. Mungkin gua bukan orang yang tepat, bukan orang yang sangat pintar untuk mengubah diri kamu yang kelewat jenius. Biasanya cowok berubah kalo dia dapet kasih sayang yang sangat sangat besar dari seorang cewek yang sabar dan ga ngeluh. Gua masih belom cukup baik buat ngerubah lo. Kalo sayang mah tiada tara, tapi kalo sabar ya segini aja. Kalo hati lagi bicara 'inget manis-manisnya sama dia, pas dia melakukan hal paling manis dan sooo lovely.' Kalo hati lagi bicara mah rasanya mau nyesel mulu sama keputusan. Mau balik mulu kayak dulu. Tapi saat ini, gua membiarkan hati berbicara 50% dan pikiran 50%. Saya memutuskan untuk terus mencintai anda dengan cara membiarkan anda pergi dan belajar bukan dari saya. Karena saya guru yang buruk. Maafin gua yang gagal menjadikan lo orang yang lebih baik disaat kita bareng-bareng. Maafin gua mungkin gua kurang menunjukan sayang gua ke lo. Maafin gua yang sering ngeluh. Gua yakin lo pasti bisa jadi orang yang lebih baik lagi kedepannya. Gua yakin lo bisa belajar dari semua masalah ini. Gua yakin kita bakal sukses bareng-bareng dengan jalan kita masing2 dan jadi yang lebih dewasa dari sebelumnya. Kalo kata guru biologi gua, sperma ga bakal nyasar menemukan ovumnya. Kerja ovum cuma pake parfum yang khas aja, tinggal spermanya yang nyari wanginya. Lol. MASIH SEKOLAH KALI LINGGG
Sabtu, 11 Oktober 2014
No lie
Ya gua bohong sama kamu bloggy soal postingan yang sebelumnya gua buat itu adalah postingan terakhir buat dia. The truth is... I can't stop writing about him. Let me tell you something,dude. Maafin saya, saya telah berbohong kepada anda. Disetiap postingan di blog yang saya buat. Anda tahu? Disetiap postingan selalu saya baca ulang sebelum saya mempublikasikannya. Apakah ada kata-kata saya yang membuat anda sakit atau tidak. Dan disaat ada perkataan saya yang membuat anda sakit, saya hapus dan saya menyalahkan diri saya sendiri. I've tried so hard to not letting you hurt. Alasan saya memutuskan anda waktu itu mungkin karna saya lelah. Ya, manusia memiliki titik lelahnya masing2. Sama seperti ketika anda memutuskan saya waktu itu. Yang saya mau dari sebuah kesedihan yang sangat dalam hanya satu. Yaitu kebahagiaan yang sangat besar. Dan dapat saya rasakan dalam waktu yang lama. Alasan saya memutuskan anda karna anda terlalu emosional. Ya, seperti saya. Saya berusaha untuk mengontrol emosi saya, namun ketika saya meluapkan emosi itu, anda berkata 'bagaimana saya bisa mengontrol emosi kalo orang yang menyuruh saya kontrol emosi itu tidak bisa mengontrol emosinya sendiri?.' Bandingkan dengan anda. Apabila anda emosi, lalu saya berkata untuk mengontrol emosi atau dengan cara saya emosi balik, anda malah berkata 'saya capek.dirumah di bla bla bla bla,alasan saya chat sama kamu hanya ingin melepas penat.' Boleh saya tanya satu hal dengan anda? Apa dengan melepas penat anda harus meluapkan emosi kepenatan anda dengan saya? Saya tidak bisa selamanya menahan semua penat anda apabila cara anda seperti itu. Saya hanya melakukan kesalahan kecil, yang sangat sepele, namun anda terlalu penat dan melanjutkan emosi kepenatan anda. Kamu tau kenapa saya selalu berkata saya selalu salah dan anda selalu benar? Sekarang saya sudah ada bukti untuk membenarkan apa yang saya rasakan dan yang saya pikirkan. Disaat anda lelah dengan saya dan berkali-kali memutuskan hubungan dengan anda, anda berkata 'kamu juga dulu begitu, apa yang kamu tanam ya sesuai dengan buahnya.' Dan disaat itu saya merasa, oke saya memang pernah menyakiti anda. Tapi tidak sekejam itu. Seperti semua kesalahan yang anda buat itu adalah bukan salah anda, namun salah saya karna saya dulu juga pernah melakukan itu. Dan sekarang, disaat saya merasa lelah dan berkali-kali memutuskan hubungan dengan anda, anda hanya bertanya mengapa dan membiarkan saya pergi begitu saja. Anda tau yang sebenarnya? Saya tidak bisa melepaskan anda dari genggaman tangan saya dan saya tidak bisa mengeluarkan anda dari pikiran saya. Apakah sekarang saya boleh berkata 'ini sebanding sama apa yang kamu lakukan dulu kepada saya?' saya tahu apa jawaban anda bila saya berkata seperti itu. Berkali-kali saya selalu menjaga perasaan anda agar tidak sakit. Saya lemah. Saya lemah disaat saya melihat orang yang saya sayang merasa kesakitan. Saya menanggung rasa sakit itu. Disaat saya mengobati rasa sakit anda, saya juga merasa kesakitan, dan hanya satu yang dapat memberi saya kesembuhan. Kebahagiaan anda. Kasih sayang anda. Saya tidak meminta anda untuk melakukan sesuatu yang dapat menyembuhkan saya, saya hanya meminta kebahagiaan dan kasih sayang anda untuk menyembuhkan sakit yang saya rasakan. Saya bisa berkata anda egois. Selama beberapa bulan kita bersama, saya hanya bertugas untuk menyembuhkan sakit yang anda rasakan. Apakah anda pernah merasa sakit yang saya rasakan? Bagaimana saya mempertahankan anda dengan sakit yang amat dalam? Disaat anda bergelut dengan rasa lelah anda? Disaat anda selalu memutuskan saya? Anda memutuskan saya dan saya yang harus berusaha keras untuk memperbaikinya. Namun sekarang. Saya memutuskan anda dan saya juga yang harus berusaha keras untuk memperbaikinya. Apakah ini adil? Anda terlihat kuat namun anda rapuh. Disaat anda tertusuk duri sakitnya terasa di tertusuk paku. Saya hanya ingin mengungkapkan yang sesungghnya yang saya rasakan saat ini. Dan saya harap anda tidak berfikir saya menjelekkan citra anda. Sekarang. Saya harus bersikap realistis. Saya yang menyakiti anda karna tidak konsisten dengan semua keputusan saya. Yang sekarang saya lakukan hanya berusaha menyembuhkan sakit anda tanpa melihat kebelakang betapa sakitnya saya dulu. Dan saya hanya berusaha meyakini satu hal, anda tetap menyayangi saya. Saya ingin anda selalu menemani saya dalam keseharian saya. Saya masih ingin tetap menulis kegiatan yang kita lakukan sehari-hari bersama. Kebahagiaan. Kesedihan. Saya masih ingin menempatkan anda di hati saya. Saya masih ingin menempatkan anda dipikiran saya. I love you and I always do.
Selasa, 23 September 2014
Last
I remember you told me to write again...then I begin it and finish it. Udah hampir satu tahun kita bareng-bareng. Nangis ketawa bareng-bareng. Bukan setahun sebenernya, tapi udah hampir 3 tahun. Mencoba untuk memahami satu sama lain. Mencoba untuk menutupi kekurangan satu sama lain. Mencoba untuk menjadi yang lebih baik untuk sama lain. Namun...kita gagal. Saya bingung mau ngelanjutin apa lagi. Terlalu sulit untuk saya menulis dan menceritakan semuanya. Terlalu pahit untuk diterima dan terlalu menyedihkan untuk diceritakan. Saya tahu semua keputusan ini datangnya dari saya. Kita yang salah dalam kerusakan ini. Saya yang terlalu tergesa-gesa dan tidak sabar dengan semuanya dan anda yang terlalu pasrah akan keputusan ini. Kita sama-sama tidak memiliki niat untuk bertahan dan bersatu kembali. Saya menyesal memang karena telah terlalu tergesa-gesa mengucapkan perpisahan. Andai saja saya bisa menahan ego itu untuk keluar.....andai. Namun waktu tak dapat diputar. Saya sempat bertanya untuk tetap bertahan dan meminta memaafkan saya kembali. Namun emosi yang meluap membuat anda lelah dan sakit. Sampai akhirnya kita seperti ini. Melihat reaksi anda yang kesakitan, saya sedih, saya menyesal. Sesal yang datang karena saya menyakiti orang yang benar-benar mencintai saya. Sesal yang datang karena saya tidak bisa memberikan yang terbaik untuk orang yang saya sayang. Anda terlalu indah untuk sebuah perpisahan. Bahkan semua tangis yang kita buat terlihat sangat indah sekarang. Hak anda untuk tetap pergi dan tak kembali. Hak anda untuk tetap membenci. Untuk yang terakhir kali, saya minta maaf atas semua yang saya lakukan. Semua sakit anda. Semua tangis anda. Keputusan ini ada sisi positifnya, kita mungkin bisa menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya tanpa harus bersama. Saya tetap mencintai anda. Walaupun suatu hari nanti anda membenci saya. Walaupun suatu hari nanti anda berhasil melupakan saya. Walaupun suatu hari nanti anda berhasil menggenggam tangan wanita lain di hadapan saya.....ok enough. Thankyou and sorry I'll never be good enough for you. You're the best. I love you
Senin, 11 Agustus 2014
Besties
Anda sahabat yang baik, pelindung yang membuat saya aman, dan guru tersabar. Tidak... saya tidak dibutakan dengan cinta hingga anda terlihat sangat amat baik dimata saya, namun anda memang yang terbaik, tidak ada keraguan lagi. Saya ingat malam itu, disaat keraguan dan ketakutan saya mulai muncul dan membuat anda risih, dan anda mencoba meyakinkan saya dengan berkata 'kamu sama aku tuh kayak magnet,jangan takut aku pergi,karna aku pasti bakal balik lagi ke kamu' sambil menggenggam tangan saya. Entah kenapa disaat itu juga keraguan saya hilang. Anda sahabat terbaik. Tidak pernah letih mendengar cerita sehari-hari saya. Dan tidak pernah pergi dari saya. Disaat teman-teman saya datang dan pergi, datang disaat saya atau mereka butuh dan pergi disaat sudah tidak butuh lagi. Dan apabila ada kesalahan dalam masalah yang saya alami, anda selalu membenarkan, tidak selalu mendukung saya dan membenarkan saya atas apa yang saya lakukan. Anda guru tersabar, yang menunggu perubahan saya selama 6bulan lamanya. Saya ingat pada satu masalah. Disaat saya bercerita tentang ketertarikan saya untuk memasuki suatu jurusan dan ingin tinggal di negara tertentu dan bodohnya saya, saya lupa jika tidak boleh berkewarganegaraan ganda, diperbolehkan apabila memiliki keturunan negara sana atau menikah dengan orang sana-_- dan mendengar saya berkata itu anda langsung berkata 'bego dah lu dih, otak lu isinya apaan sih?' Dan disaat itu saya sangat amat tidak terima diperlakukan kasar seperti itu. Kayaknya cerita kayak begini pake 'saya, anda' terlalu formal. Ganti haluan... Terus gua langsung nutup telepon dan langsung emosi, ngomong kasar via sms dan masih gamau ngaku salah. Dan abis itu gua nelepon lagi, dan disaat gua telepon gua nangis karna gua emang gasuka dikasarin atau dibentak kayak gitu-_- dan pas nangis sambil marah-marah kayak di sinetron, dia malah ketawa. Itu sangat amat menyebalkan. Kayak meremehkan banget gitu, disaat lo nangis dan lo diketawain sakitnya tuh disini *pegang dada,kamu jangan ikut pegang ya. Dan abis itu dia mulai ngejelasin kalo gua salah dengan cara yang baik-baik dan halus....finnaly dia bisa alus selembut sutra. Dia bilang 'mana boleh sih berkewarganegaraan ganda? Gaboleh sayaang' 'yaudah kalo mau ngasih tau aku salah jangan dibentak gitu juga, jangan ngatain bego. Ya aku emang bego sih' 'kamu pinter sayaang' 'Ya aku cuman gasuka dikasarin, kalo mau ngebenerin aku, pake cara lembut gitu bilanginnya' 'Ya sekarang gini aja, kamu dididik sama keluarga kamu, mereka ga kerasin kamu kan? Terus kamu jadinya kayak gimana?' 'ya begini, baik nggak jelek nggak. setengah-setengah dah' disaat itu gua masih kesel banget ama dia. Maafkan daku pacaaar. 'Ya aku mau kamu jadi orang yang baik seutuhnya, nggak setengah-setengah. Ibaratin aja kalo kamu itu benda tajem, itu harus selalu diasah, cara ngasahnya harus keras biar hasilnya maksimal' Dan disaat itu gua mikir. Setelah sekian lama otak gua ga bekerja akhirnya bekerja juga...gadengg. Dan sekarang setiap ada masalah atau apa gua pasrah aja mau dikerasin sama dia, asal dia ga ngomong kasar dan main tangan, emang ga pernah main tangan juga sihh. Aku rela dikerasin kayak gimana juga abang. You're the best friend and best boyfriend ever. I'm lucky to have you. Dia bukan tipikal lelaki lain yang kalo udah sayang manut manut aja sama ceweknya, kalo ceweknya salah dia iya-iya aja karna ceweknya tidak pernah salah layak Tuhan. Dia lelaki yang selalu mendengarkan cerita dari a sampe z terus balik lagi ke a. Kalo cerita aku dikumpulin semuanya tiap hari,bisa jadi novel kali yak, hen wkwkwk. Dia lelaki yang selalu menyadarkan gua atas kesalahan gua. Dia lelaki yang selalu menjaga gua, dari hal sepele kayak kalo kerudungnya lagi gabener, dia ngebenerin atau bilang 'pake kerudung yang bener ngapa,itu rambutnya keliatan' itu kata-kata keluar kalo kerudung udah acak-acakan banget wkwkwk. You're the best guy ever dahh. Hati dan saqyang ini akan selalu milik anda
Fallin' love under the rain...part 2
Udah kek sinetron aje lu ling pake part2an. Kagak ngapa dah biar kerenan dikit dibacanya. Padahal kagak ada keren-kerennya. Dan sebenernya ini udah lama berlaluuu,tapi bahagianya masih melekat dihati dan diingatan. Dimulai dari kita yang mulai semakin dewasa. Kita yang mulai memahami satu sama lain. Kita yang mulai sangat menjaga hati satu sama lain. Dan sebenarnya sudah kita lakukan sejak dulu,namun saya tanpa sadar menyia-nyiakan itu. Kesalahan terburuk telah membuat lelaki baik seperti anda sakit untuk yang kesekian kalinya. Masih dengan kita yang sama, tersenyum dibawah hujan, tertawa dibawah hujan, berbagi kasih sayang dibawah hujan. Namun dengan keadaan yang berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya disaat saya takut kehilangan anda, disaat hubungan kita berada diambang kehancuran, disaat saya hanya menyesali kesalahan saya,meminta maaf namun tidak mengerti apa-apa. Keadaan sekarang, disaat saya jatuh cinta dibawah hujan,tidak dengan ketakutan apapun... Hanya tawa canda yang membahagiakan hati. Dengan perlakuan spontan anda menggenggam tangan saya dan mencium kening saya. Dengan semua tawa lepas kita. Dengan semua impian kita yang saling kita bicarakan. Dengan semua argumen kecil yang kita buat, yang membuat saya kesal dan membuat anda tertawa lalu berkata 'kamu lucu kalo lagi marah.' Itu sebenernya bagian yang menyebalkan, tapi disaat anda tertawa, saya ikut tertawa. Saya jatuh cinta kepada lelaki yang tepat. Lelaki yang selalu membimbing saya untuk menjadi lebih baik, tanpa kenal lelah akan sikap keras saya. Dibawah hujan mungkin anda tidak seperti lelaki lain yang berkata 'aku sayang kamu' dengan background rintik-rintik air dari awan, atau menyanyikan lagu romantis dengan gitar, atau semua hal yang dilakukan lelaki di ftv atau sinetron atau film. Saya jatuh cinta akan apa adanya anda. Yang tidak romantis, namun selalu membuat pipi saya merah merona macam babi. Yang selalu tertawa lepas akan kebodohan saya dan membuat saya sangat amat kesal. Saya jatuh cinta, akan apa adanya anda.... Saya selalu dan akan terus jatuh cinta dibalik hujan atau dibalik seperangkat alat sholat nanti. If I could marry someone, that should be you, Henn. Yang sangat melekat dipikiran saya disaat mendengar tawa anda, kita tertawa bersama. Disaat tawa bahagia itu saya yang buat, kita yang buat. We're fallin' love again, under the rain. With our laugh, smile, happiness, and everything. I love you. I love us. And it'll always to be continued. Tidak ada kata 'happy ending' karena kata seorang penulis, 'jika itu berakhir, itu bukan cinta sejati.'
Minggu, 13 Juli 2014
dear...
Setelah 3bulan lamanya tidak ngeblog akhirnya balik ngeblog lagi. Kenapa gabisa ngeblog? Karena pertama laptop gua rusak terkena genangan air. Air dari mana? Air ujan yg masuk rumah!! YESHH rumah gua banjir setiap ujan,sedih gaksiy?:'') wesbiyasaa. Dan faktor yang kedua karna gua lupa pass dan email. As always, I forgot everything. Hari ini lagi mau sedih,mau bahagia,mau kamu aja,eh udah dapet deh. How do I start? Dear everyone I loved...jangan pernah berfikir kalo dia lelaki jahat. Atau dia lelaki yang selalu memberi kesedihan. Atau lelaki yang egois dan maunya menang sendiri. Emang kalo denger dari cerita-cerita,dari cara dia menyikapi gua,bisa dibilang begitu. But he's a lovely guy. Memang terkadang sikapnya yang emosional membuat dia terlihat jelek, tapi dia emosi karna ada sebabnya. Saya. Saya yang selalu maunya sendiri. Saya yang tidak pernah mendengarkan kata-katanya. Saya yang selama 8bulan tidak mengenali dia secara utuh. Ya...saya membuang waktu. Menyia-nyiakan orang yang sangat saya sayangi,yang sangat mengerti saya seutuhnya,tanpa saya sadari sebelumnya. Yang saya tau dari setiap masalah hanyalah meminta maaf,menanyakan untuk memberi kesempatan,dan selanjutnya saya menyia-nyiakan kesempatan itu. Berulang kali masalah yang bisa dibilang tidak selesai berakhir begitu. Namun dia lelaki yang sabar. Lelaki yang mengerti akan kerasnya sikap saya. Lelaki yang percaya suatu saat saya akan berubah. Menjadi yang dia inginkan. Menjadi yang dia mau. Menjadi yang selalu memahaminya. Saya baru sadar itu semua, bahwa sikap saya yang keras, tidak akan menyelesaikan setiap masalah. Saya berusaha. Untuk kesempatan kali ini, saya berusaha. Untuk menjadi wanita yang dapat memahami anda seutuhnya. Dulu mungkin saya terlalu egois telah berfikir bahwa saya yang paling mengerti anda,saya sangat paham detail anda,namun disaat saya melihat lebih jauh,saya tidak tahu apa-apa tentang diri anda. Waktu bersama anda yg cukup lama tidak membuat saya mengerti anda. He's a lovely guy. Dia yang selalu menjadi pundak disaat saya membutuhkan sandaran. Dia yang selalu menjadi tangan disaat air mata saya jatuh. Dia yang selalu membangkitkan saya disaat saya terjatuh. I remember that night. Disaat saya dalam masalah yang membuat saya sangat kacau. Sangat emosi. Dan juga sangat sedih. Anda hadir untuk memberi saya kekuatan. Walau hanya sekedar memberi pundak untuk menangis. Walau hanya sekedar menguatkan dengan menggenggam tangan. Walau hanya sekedar menghapus air mata. But that night was so lovely. And I've got that night from the lovely guy. He's so lovely, mom. He's a lovely guy, grandma. And he's that guy, the man that I loved, dad. Jangan pernah berfikir semua kekacauan itu berasal dari dia, bukan...bukan dia orangnya, namun diri saya sendiri. Dia 'pundak' terbaik yang saya punya. Dia 'tangan' terhalus yang saya miliki. Stay with me and don't give up on me. Selalu menjadi lelaki yang mencintai saya dan memahami saya,khoirusuhendra.
Jumat, 18 April 2014
Fallin' love under the rain
Dari dulu emang selalu suka sama hujan. Mendungnya,rintik air,petir,dan pelangi setelah hujan itu selalu bikin gua nyaman senyaman nyamannya nyaman. Dan hari ini.....saya jatuh cinta pada dua hal, yang sejak dulu sudah saya cintai. Anda dan hujan. Mencintai anda disaat sedang hujan adalah kombinasi cinta yang sempurna. Saya sadar, saat seperti ini saya tidak bisa selalu bahagia. Bahagia dengan apa yang anda lakukan pada saya. Anda terlalu manis untuk sebuah perpisahan. Saya tahu perpisahan itu belum terjadi, dan saya harap itu tidak akan terjadi. Anda menggenggam tangan saya, hingga hangat yang saya rasakan sampai ke seluruh tubuh. Anda menatap saya dengan tatapan yang indah. Begitu manisnya anda, sampai saya ingin memeluk dan menggenggam tangan anda dan berkata 'tolong, jangan pergi.' Namun saya tidak bisa. Saya merasa kenyamanan dan keamanan. Tapi saya terlalu takut. Terlalu takut untuk bahagia pada apa yang telah anda lakukan, apakah itu kenyataan atau mimpi. Mimpi yang selama ini saya inginkan, untuk merasakan cinta setulus ini. Saya tidak bisa membedakan mana kenyataan dan yang mana yang mimpi. Saya takut. Apa yang anda lakukan, hanya lah 'mimpi' dan setelah itu saya harus menerima kenyataan pahit bahwa anda akan pergi. Saya yang menjatuhkan diri saya seutuhnya. Hingga saya menggenggam anda terlalu erat dan membuat anda merasa kesakitan. Anda menyadarkan saya dan meminta saya untuk tidak menggenggam anda terlalu erat. Saya pun merenggangkan genggaman yang dulunya saya genggam erat. Dan saya merasakan takut...lagi. Saya takut apabila saya merenggangkan genggaman itu dan terus merenggangkannya, apa yang saya genggam akan pergi. Namun hari ini. Dibawah hujan. Saya jatuh cinta pada anda. Tanpa rasa takut yang selalu mengganggu kepala saya. Di dalam genggaman anda, saya jatuh cinta. Di dalam pandangan mata anda, saya jatuh cinta. Di dalam setiap tawa anda, saya jatuh cinta. Di dalam kecintaan saya kepada anda, ada kata yang ingin terucap. 'Jangan pergi.' Saya tidak peduli apakah ini mimpi atau kenyataan. Namun, hari ini. Saya ingin melupakan semua masalah. Saya ingin merasakan indahnya kasih sayang yang anda beri. Saya hanya ingin menggenggam tangan anda dan memeluk tubuh anda, selama anda masih disini, disamping saya, menemani saya. Dan saya harap, saya bisa melakukan itu selamanya. Tidak ada perpisahan yang indah. Tolong, jangan pergi.
Senin, 14 April 2014
Ber(+)
Selalu ada cobaan yang dateng, tapi itu yang bikin kita semakin bertambah. Bertambah dewasa. Bertambah pintar. Dan rasa sayang ini pun bertambah. Saya yang sekarang, yang mulai bertambah dewasa, dengan semua cobaan yang menimpa, yang seakan-akan tidak ada habisnya. Bukan...bukan cobaan yang tiada habisnya, namun sedih yang tiada habisnya. Air mata yang tidak mau berhenti turun dari hari ke hari. Seakan kenyataan pahit ini akan selalu menghantui saya. Yang selalu membuat saya sedih, saya selalu merasa kesepian disaat anda tidak ada disamping saya. Saya merasa ingin menceritakan kesedihan saya, namun anda tidak ada disamping saya untuk mendengar. Anda tidak ada disamping saya untuk mengusap air mata saya. Anda tidak ada disamping saya untuk bersandar. Kenapa tidak meminta tangan untuk menghapus air mata dan pundak untuk bersandar pada orang lain saja? Karna mereka akan menanya kenapa dan disaat itulah saya tidak bisa menjawab pertanyaan mereka. Daripada saya meminta orang lain untuk melakukan itu, lebih baik saya bersujud dan merentangkan tangan untuk berdoa. Ya. Tuhan yang selalu mengetahui apa yang dilakukan hamba-Nya. Tuhan yang selalu tahu sebab hamba-Nya sedih dan bahagia. Hanya Tuhan yang selalu ada dihadapan saya, yang dapat memecahkan air mata ini, agar perasaan saya lega. Agar saya kuat untuk menghadapi semua kenyataan pahit yang terjadi dihidup saya. Disaat anda tidak bisa menceritakan suatu masalah kepada orang lain dan hanya satu orang saja yang mengetahuinya, anda akan terguncang. Karena satu orang tidak bisa selalu ada disamping anda disaat anda sedih. Dengan kekuatan Tuhan, saya masih tetap bertahan, sampai akhirnya Tuhan memberikan kebahagiaan kepada saya. Kebahagiaan itu hanya berlangsung sebentar. Saya merasakan kesepian itu lagi, kesedihan itu lagi. Orang yang selama ini membuat saya bahagia, orang yang selama ini sangat saya sayang, dia ingin pergi, entah selamanya, entah sementara. Dia bilang dia akan melanjutkan hidupnya menjadi orang yang lebih baik kedepannya. Apa dengan adanya saya membuat anda menjadi orang yang tidak baik? Bukan itu pertanyaannya. Apa dengan adanya saya membuat anda bahagia? Menyedihkannya saya. Menunjuk orang untuk menempatkan kebahagiaan saya, tanpa memberi kebahagiaan itu kembali. Menyedikannya saya. Dicintai orang namun tidak merasakan cinta itu dan memperlakukannya sesuka saya. Ya. Tanpa saya sadar, saya melukai orang yang membahagiakan saya. Melukai orang yang mencintai saya. Saya yang 'sok tahu' dengan definisi cinta. Namun saya sendiri kalah, kalah akan emosi. Yang membuat saya melakukan hal bodoh. Yang membuat saya menyakiti seseorang. Anda menunjukkan kepada saya, indahnya cinta yang anda beri. Anda menunjukkan kepada saya, kebahagiaan yang sesungguhnya. Anda menunjukkan kepada saya, emosi akan menghancurkan semuanya. Dari anda, saya bertambah dewasa. Memikirkan sesuatu secara matang sebelum melakukannya. Dari anda, rasa sayang ini kian hari bertumbuh. Mencintai anda dengan cara yang baru. Mencintai anda dengan ketulusan. Tak peduli apa yang akan terjadi suatu saat. Apakah kita akan terpisah atau terus saling mencintai satu sama lain. Saya, mencintai anda hari ini dan seterusnya. Sampai hati ini menahan saya, untuk berhenti mencintai anda. Terima kasih dan maaf, Khoiru Suhendra.
Selasa, 01 April 2014
Lucky i'm in laf
Tadinya mau posting tentang yang syedih syedih tuh eh gajadi gara-gara lagi dibikin seneng mulu. Lagi unyu-unyu anjing gimanaa gitu~ Jadi ceritanya setelah bersakit-sakit minggu lalu tiba tiba kebahagiaan datang begitu saja dengan cepatnya. Memang luar biasa sekali menghapus rasa sakit secepat berak kecepirit. K. Jadi ceritanya waktu hari minggu kan ceritanya kangen yahhh terus mau ketemu, yaudah ajak main aja anak-anak yang biasanya main ama kita. Terus anak-anaknya pada php semua. Pada mau cod semua. Yang tadinya berangkat setelah dzuhur,eh gajadi grgr pada ga ngehargain waktu banget dan gua yang lagi kangen ama pacar bete dewekan. Ya bete gak siyy nunggu jam 1an tapi jam set3 hampir mau asar ga pasti gitu, rencananya dirubah-rubah gitu kayak power ranger? Yaudah akhirnya inisiatip sendiri aja gua jalan sendiri tanpa nunggu pacar codan dulu baru jemput gua. Kelamaan. Ntar yang ada waktu kangennya cuman sebentar doanx. Gak boong emang kangen sungguhan. Dari senin-sabtu ketemu disekolah tapi ya gitu serasa ldr beda negara padahal kelas samping-sampingan dan pulangnya juga gabisa ngayap dulu karena dia osn. Cah pinter dah emang susah. Hvft. Nahh pas gua udah dateng kerumah temen gua, dia lagi mau cod, untung gak telat datengnya, kalo telat kan ga lucu nunggu disitu kek bocah pea minta sebutir nasi. Hvft. Dan akhirnya gua yang diajak cod, bukan yang punya rumah. Selesai cod, temen yang satu lagi kagak dateng2. Nunggu dulu. Telponin dulu tapi gaada kepastian gitu. Gua mainin hapenya doi aja, cek bbm, eh masih ada kontak tuh cewek lagi. Hm. Yang dipikiran gua, dia masih chat, dia ngapalin pin nih cewek, dia asdfghjklanjingbanyak mikir! Dan akhirnya gua kayak nodong dia lagi buat jujur, gatau kenapa hati gua masih ga tenang aja kalo nih cewek belum 100% pergi dari hidup cowok gua. Feeling gua jadi makin kuat gitu grgr pas gua tatap dia,dia rada nyeleweng gitu,takut buat ditatap. Dan akhirnya pulang. Gua ngambek,kesel,ancur,pengen mati. Pas lagi muterin motor gua bilang 'makasih udah ga sayang sama aku lagi' dan dia langsung nahan stang motor gua...'apaan sih? Jangan kayak gini. Kamu kenapa?' 'gapapa. aku mau pulang. capek'. Lalu dia cabut konci motor gua,terus gua minta koncinya balik,alesannya mau pulang,padahal mau refreshin pikiran dari nethink segala macem,nyendiri dikamar,itu doang rencananya kalo udah dibalikin tuh konci motor. Terus abis gua ambil dia bilang 'kamu ati ati ya' dan jin macam apa yang ada dipikiran gua,langsung nyeplos 'gak.mau ngebut terus kelindes truk.mati dah'. Dan abis ngambil kunci motor langsung ngegas sekenceng2nya. Gatau itu kecepatannya berapa km/jam pokoknya yang gua rasain itu gas sampe pol banget-_- Beberapa kali dia mau ngeberentiin gua tapi gua salip salip mulu,dia teriak manggil gua tapi gua bodoamatin. Dan akhirnya gua capek sendiri. Pas dia berentiin, gua pasrah. Lupa sama apa yang dia bilang pas itu apaan tapi yang bener2 ngeleket dipikiran gua itu 'pacar aku tuh cuma satu.kamu doang.kalo kamu mati aku sama siapa?' gak unyu,tapi itu nunjukin kekhawatirannya dia ke gua. Dan gua pas itu masih bertarung ngelawan emosi,sedih yang pasti bakal pecah dipinggir jalan. Terus pas dia ngomong gua masih gamau natap muka dia, sampe akhirnya dia nangis dan gua kaget. Reflek langsung pecah itu emosi jadi nangis. Absurd emang nangis dijalan. Macem sinetron tapi ya mau gimana lagi? Dan akhirnya gua ngusap air matanya dia, dia juga ngelakuin hal yang sama. Terus dia bilang 'yaudah kamu ati-ati yaa.aku anterin sampe rumah.jangan ngebut' gua langsung mengiyakan. Dari awal pacaran sampe sekarang gabisa menolak kalo air matanya dia yang bikin gua selalu percaya lagi sama dia. Bukan cuman sekedar omongan ini itu. Yappp air matanya dia yang selalu membuat saya luluh dan menjatuhkan diri saya kembali sepenuhnya kepada dia. Disaat saya merasakan sedang di angan-angan,terbang seperti tak ada yang menghambat,tak ada yang melarang,ketika dia menangis,saya seakan turun dari kebebasan dan ketidakpedulian saya,menjadi sepenuhnya jatuh kembali, dipeluk kembali, oleh induk. Yaa rasanya seperti itu. Dan minggu-minggu ini lagi unyu-unyunyaa. Gak seperti minggu kemarin yang bener2 sama-sama gak pedulian. Hari ini ngerasa spesial bangettt karna dikasih foto selfie sama dia wakakakakakkakakakakak dan itu yang bikin semua bete segala macem hilang semua. Aibnya dia,ketampanan sendirinya dia dengan tasbih dipergelangan tangannya,dan kegilaannya untuk melakukan hal yang menjijikan tapi lebih berarti daripada sebuket bunga hahahahahahaaaa. Yang akan selalu bisa dikenang,tak akan mati,tak akan hilang hahahahahaaa. Dia memperlakukan saya secara spesial minggu ini. Saya merasakan cinta yang pernah kuat saat awal pacaran, itu muncul kembali. Rasa bahagia itu muncul kembali. Seperti habis di recharge ulang. Tadi abis ngeliat mensyen kita pas awal pacaran, anda yang begitu perhatian, anda yang begitu takut dengan apa yang saya tweet dan saya yang masih cuek banget nanggepin anda. Kalo liat yang dulu, saya merasa beruntung mendapatkan hati anda seutuhnya, dan sekarang, saya merasakan hal yang sama lagi. Setelah kita merecharge diri kita masing-masing. Saya sempat membutakan mata saya. Kepada realitas yang begitu pahit untuk saya telan dalam dalam. Namun anda membukanya kembali. Dengan sesuatu yang begitu manis hingga mata saya pulih kembali. Hingga saya dapat melihat suatu realitas yang begitu manis kembali. Anda tahu? Anda mengajari saya cara menggenggam rasa sakit yang dulu pernah anda lakukan dan anda mengajari saya cara membangun benteng kepercayaan yang dulu juga pernah anda lakukan. Saya mencintai anda. Tidak peduli rasa sakit yang akan saya tampung kemudian hari. Saya hanya memenuhi permintaan hati saya, yaitu untuk mencintai anda sepenuhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
