Selasa, 23 September 2014
Last
I remember you told me to write again...then I begin it and finish it. Udah hampir satu tahun kita bareng-bareng. Nangis ketawa bareng-bareng. Bukan setahun sebenernya, tapi udah hampir 3 tahun. Mencoba untuk memahami satu sama lain. Mencoba untuk menutupi kekurangan satu sama lain. Mencoba untuk menjadi yang lebih baik untuk sama lain. Namun...kita gagal. Saya bingung mau ngelanjutin apa lagi. Terlalu sulit untuk saya menulis dan menceritakan semuanya. Terlalu pahit untuk diterima dan terlalu menyedihkan untuk diceritakan. Saya tahu semua keputusan ini datangnya dari saya. Kita yang salah dalam kerusakan ini. Saya yang terlalu tergesa-gesa dan tidak sabar dengan semuanya dan anda yang terlalu pasrah akan keputusan ini. Kita sama-sama tidak memiliki niat untuk bertahan dan bersatu kembali. Saya menyesal memang karena telah terlalu tergesa-gesa mengucapkan perpisahan. Andai saja saya bisa menahan ego itu untuk keluar.....andai. Namun waktu tak dapat diputar. Saya sempat bertanya untuk tetap bertahan dan meminta memaafkan saya kembali. Namun emosi yang meluap membuat anda lelah dan sakit. Sampai akhirnya kita seperti ini. Melihat reaksi anda yang kesakitan, saya sedih, saya menyesal. Sesal yang datang karena saya menyakiti orang yang benar-benar mencintai saya. Sesal yang datang karena saya tidak bisa memberikan yang terbaik untuk orang yang saya sayang. Anda terlalu indah untuk sebuah perpisahan. Bahkan semua tangis yang kita buat terlihat sangat indah sekarang. Hak anda untuk tetap pergi dan tak kembali. Hak anda untuk tetap membenci. Untuk yang terakhir kali, saya minta maaf atas semua yang saya lakukan. Semua sakit anda. Semua tangis anda. Keputusan ini ada sisi positifnya, kita mungkin bisa menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya tanpa harus bersama. Saya tetap mencintai anda. Walaupun suatu hari nanti anda membenci saya. Walaupun suatu hari nanti anda berhasil melupakan saya. Walaupun suatu hari nanti anda berhasil menggenggam tangan wanita lain di hadapan saya.....ok enough. Thankyou and sorry I'll never be good enough for you. You're the best. I love you
Senin, 11 Agustus 2014
Besties
Anda sahabat yang baik, pelindung yang membuat saya aman, dan guru tersabar. Tidak... saya tidak dibutakan dengan cinta hingga anda terlihat sangat amat baik dimata saya, namun anda memang yang terbaik, tidak ada keraguan lagi. Saya ingat malam itu, disaat keraguan dan ketakutan saya mulai muncul dan membuat anda risih, dan anda mencoba meyakinkan saya dengan berkata 'kamu sama aku tuh kayak magnet,jangan takut aku pergi,karna aku pasti bakal balik lagi ke kamu' sambil menggenggam tangan saya. Entah kenapa disaat itu juga keraguan saya hilang. Anda sahabat terbaik. Tidak pernah letih mendengar cerita sehari-hari saya. Dan tidak pernah pergi dari saya. Disaat teman-teman saya datang dan pergi, datang disaat saya atau mereka butuh dan pergi disaat sudah tidak butuh lagi. Dan apabila ada kesalahan dalam masalah yang saya alami, anda selalu membenarkan, tidak selalu mendukung saya dan membenarkan saya atas apa yang saya lakukan. Anda guru tersabar, yang menunggu perubahan saya selama 6bulan lamanya. Saya ingat pada satu masalah. Disaat saya bercerita tentang ketertarikan saya untuk memasuki suatu jurusan dan ingin tinggal di negara tertentu dan bodohnya saya, saya lupa jika tidak boleh berkewarganegaraan ganda, diperbolehkan apabila memiliki keturunan negara sana atau menikah dengan orang sana-_- dan mendengar saya berkata itu anda langsung berkata 'bego dah lu dih, otak lu isinya apaan sih?' Dan disaat itu saya sangat amat tidak terima diperlakukan kasar seperti itu. Kayaknya cerita kayak begini pake 'saya, anda' terlalu formal. Ganti haluan... Terus gua langsung nutup telepon dan langsung emosi, ngomong kasar via sms dan masih gamau ngaku salah. Dan abis itu gua nelepon lagi, dan disaat gua telepon gua nangis karna gua emang gasuka dikasarin atau dibentak kayak gitu-_- dan pas nangis sambil marah-marah kayak di sinetron, dia malah ketawa. Itu sangat amat menyebalkan. Kayak meremehkan banget gitu, disaat lo nangis dan lo diketawain sakitnya tuh disini *pegang dada,kamu jangan ikut pegang ya. Dan abis itu dia mulai ngejelasin kalo gua salah dengan cara yang baik-baik dan halus....finnaly dia bisa alus selembut sutra. Dia bilang 'mana boleh sih berkewarganegaraan ganda? Gaboleh sayaang' 'yaudah kalo mau ngasih tau aku salah jangan dibentak gitu juga, jangan ngatain bego. Ya aku emang bego sih' 'kamu pinter sayaang' 'Ya aku cuman gasuka dikasarin, kalo mau ngebenerin aku, pake cara lembut gitu bilanginnya' 'Ya sekarang gini aja, kamu dididik sama keluarga kamu, mereka ga kerasin kamu kan? Terus kamu jadinya kayak gimana?' 'ya begini, baik nggak jelek nggak. setengah-setengah dah' disaat itu gua masih kesel banget ama dia. Maafkan daku pacaaar. 'Ya aku mau kamu jadi orang yang baik seutuhnya, nggak setengah-setengah. Ibaratin aja kalo kamu itu benda tajem, itu harus selalu diasah, cara ngasahnya harus keras biar hasilnya maksimal' Dan disaat itu gua mikir. Setelah sekian lama otak gua ga bekerja akhirnya bekerja juga...gadengg. Dan sekarang setiap ada masalah atau apa gua pasrah aja mau dikerasin sama dia, asal dia ga ngomong kasar dan main tangan, emang ga pernah main tangan juga sihh. Aku rela dikerasin kayak gimana juga abang. You're the best friend and best boyfriend ever. I'm lucky to have you. Dia bukan tipikal lelaki lain yang kalo udah sayang manut manut aja sama ceweknya, kalo ceweknya salah dia iya-iya aja karna ceweknya tidak pernah salah layak Tuhan. Dia lelaki yang selalu mendengarkan cerita dari a sampe z terus balik lagi ke a. Kalo cerita aku dikumpulin semuanya tiap hari,bisa jadi novel kali yak, hen wkwkwk. Dia lelaki yang selalu menyadarkan gua atas kesalahan gua. Dia lelaki yang selalu menjaga gua, dari hal sepele kayak kalo kerudungnya lagi gabener, dia ngebenerin atau bilang 'pake kerudung yang bener ngapa,itu rambutnya keliatan' itu kata-kata keluar kalo kerudung udah acak-acakan banget wkwkwk. You're the best guy ever dahh. Hati dan saqyang ini akan selalu milik anda
Fallin' love under the rain...part 2
Udah kek sinetron aje lu ling pake part2an. Kagak ngapa dah biar kerenan dikit dibacanya. Padahal kagak ada keren-kerennya. Dan sebenernya ini udah lama berlaluuu,tapi bahagianya masih melekat dihati dan diingatan. Dimulai dari kita yang mulai semakin dewasa. Kita yang mulai memahami satu sama lain. Kita yang mulai sangat menjaga hati satu sama lain. Dan sebenarnya sudah kita lakukan sejak dulu,namun saya tanpa sadar menyia-nyiakan itu. Kesalahan terburuk telah membuat lelaki baik seperti anda sakit untuk yang kesekian kalinya. Masih dengan kita yang sama, tersenyum dibawah hujan, tertawa dibawah hujan, berbagi kasih sayang dibawah hujan. Namun dengan keadaan yang berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya disaat saya takut kehilangan anda, disaat hubungan kita berada diambang kehancuran, disaat saya hanya menyesali kesalahan saya,meminta maaf namun tidak mengerti apa-apa. Keadaan sekarang, disaat saya jatuh cinta dibawah hujan,tidak dengan ketakutan apapun... Hanya tawa canda yang membahagiakan hati. Dengan perlakuan spontan anda menggenggam tangan saya dan mencium kening saya. Dengan semua tawa lepas kita. Dengan semua impian kita yang saling kita bicarakan. Dengan semua argumen kecil yang kita buat, yang membuat saya kesal dan membuat anda tertawa lalu berkata 'kamu lucu kalo lagi marah.' Itu sebenernya bagian yang menyebalkan, tapi disaat anda tertawa, saya ikut tertawa. Saya jatuh cinta kepada lelaki yang tepat. Lelaki yang selalu membimbing saya untuk menjadi lebih baik, tanpa kenal lelah akan sikap keras saya. Dibawah hujan mungkin anda tidak seperti lelaki lain yang berkata 'aku sayang kamu' dengan background rintik-rintik air dari awan, atau menyanyikan lagu romantis dengan gitar, atau semua hal yang dilakukan lelaki di ftv atau sinetron atau film. Saya jatuh cinta akan apa adanya anda. Yang tidak romantis, namun selalu membuat pipi saya merah merona macam babi. Yang selalu tertawa lepas akan kebodohan saya dan membuat saya sangat amat kesal. Saya jatuh cinta, akan apa adanya anda.... Saya selalu dan akan terus jatuh cinta dibalik hujan atau dibalik seperangkat alat sholat nanti. If I could marry someone, that should be you, Henn. Yang sangat melekat dipikiran saya disaat mendengar tawa anda, kita tertawa bersama. Disaat tawa bahagia itu saya yang buat, kita yang buat. We're fallin' love again, under the rain. With our laugh, smile, happiness, and everything. I love you. I love us. And it'll always to be continued. Tidak ada kata 'happy ending' karena kata seorang penulis, 'jika itu berakhir, itu bukan cinta sejati.'
Minggu, 13 Juli 2014
dear...
Setelah 3bulan lamanya tidak ngeblog akhirnya balik ngeblog lagi. Kenapa gabisa ngeblog? Karena pertama laptop gua rusak terkena genangan air. Air dari mana? Air ujan yg masuk rumah!! YESHH rumah gua banjir setiap ujan,sedih gaksiy?:'') wesbiyasaa. Dan faktor yang kedua karna gua lupa pass dan email. As always, I forgot everything. Hari ini lagi mau sedih,mau bahagia,mau kamu aja,eh udah dapet deh. How do I start? Dear everyone I loved...jangan pernah berfikir kalo dia lelaki jahat. Atau dia lelaki yang selalu memberi kesedihan. Atau lelaki yang egois dan maunya menang sendiri. Emang kalo denger dari cerita-cerita,dari cara dia menyikapi gua,bisa dibilang begitu. But he's a lovely guy. Memang terkadang sikapnya yang emosional membuat dia terlihat jelek, tapi dia emosi karna ada sebabnya. Saya. Saya yang selalu maunya sendiri. Saya yang tidak pernah mendengarkan kata-katanya. Saya yang selama 8bulan tidak mengenali dia secara utuh. Ya...saya membuang waktu. Menyia-nyiakan orang yang sangat saya sayangi,yang sangat mengerti saya seutuhnya,tanpa saya sadari sebelumnya. Yang saya tau dari setiap masalah hanyalah meminta maaf,menanyakan untuk memberi kesempatan,dan selanjutnya saya menyia-nyiakan kesempatan itu. Berulang kali masalah yang bisa dibilang tidak selesai berakhir begitu. Namun dia lelaki yang sabar. Lelaki yang mengerti akan kerasnya sikap saya. Lelaki yang percaya suatu saat saya akan berubah. Menjadi yang dia inginkan. Menjadi yang dia mau. Menjadi yang selalu memahaminya. Saya baru sadar itu semua, bahwa sikap saya yang keras, tidak akan menyelesaikan setiap masalah. Saya berusaha. Untuk kesempatan kali ini, saya berusaha. Untuk menjadi wanita yang dapat memahami anda seutuhnya. Dulu mungkin saya terlalu egois telah berfikir bahwa saya yang paling mengerti anda,saya sangat paham detail anda,namun disaat saya melihat lebih jauh,saya tidak tahu apa-apa tentang diri anda. Waktu bersama anda yg cukup lama tidak membuat saya mengerti anda. He's a lovely guy. Dia yang selalu menjadi pundak disaat saya membutuhkan sandaran. Dia yang selalu menjadi tangan disaat air mata saya jatuh. Dia yang selalu membangkitkan saya disaat saya terjatuh. I remember that night. Disaat saya dalam masalah yang membuat saya sangat kacau. Sangat emosi. Dan juga sangat sedih. Anda hadir untuk memberi saya kekuatan. Walau hanya sekedar memberi pundak untuk menangis. Walau hanya sekedar menguatkan dengan menggenggam tangan. Walau hanya sekedar menghapus air mata. But that night was so lovely. And I've got that night from the lovely guy. He's so lovely, mom. He's a lovely guy, grandma. And he's that guy, the man that I loved, dad. Jangan pernah berfikir semua kekacauan itu berasal dari dia, bukan...bukan dia orangnya, namun diri saya sendiri. Dia 'pundak' terbaik yang saya punya. Dia 'tangan' terhalus yang saya miliki. Stay with me and don't give up on me. Selalu menjadi lelaki yang mencintai saya dan memahami saya,khoirusuhendra.
Jumat, 18 April 2014
Fallin' love under the rain
Dari dulu emang selalu suka sama hujan. Mendungnya,rintik air,petir,dan pelangi setelah hujan itu selalu bikin gua nyaman senyaman nyamannya nyaman. Dan hari ini.....saya jatuh cinta pada dua hal, yang sejak dulu sudah saya cintai. Anda dan hujan. Mencintai anda disaat sedang hujan adalah kombinasi cinta yang sempurna. Saya sadar, saat seperti ini saya tidak bisa selalu bahagia. Bahagia dengan apa yang anda lakukan pada saya. Anda terlalu manis untuk sebuah perpisahan. Saya tahu perpisahan itu belum terjadi, dan saya harap itu tidak akan terjadi. Anda menggenggam tangan saya, hingga hangat yang saya rasakan sampai ke seluruh tubuh. Anda menatap saya dengan tatapan yang indah. Begitu manisnya anda, sampai saya ingin memeluk dan menggenggam tangan anda dan berkata 'tolong, jangan pergi.' Namun saya tidak bisa. Saya merasa kenyamanan dan keamanan. Tapi saya terlalu takut. Terlalu takut untuk bahagia pada apa yang telah anda lakukan, apakah itu kenyataan atau mimpi. Mimpi yang selama ini saya inginkan, untuk merasakan cinta setulus ini. Saya tidak bisa membedakan mana kenyataan dan yang mana yang mimpi. Saya takut. Apa yang anda lakukan, hanya lah 'mimpi' dan setelah itu saya harus menerima kenyataan pahit bahwa anda akan pergi. Saya yang menjatuhkan diri saya seutuhnya. Hingga saya menggenggam anda terlalu erat dan membuat anda merasa kesakitan. Anda menyadarkan saya dan meminta saya untuk tidak menggenggam anda terlalu erat. Saya pun merenggangkan genggaman yang dulunya saya genggam erat. Dan saya merasakan takut...lagi. Saya takut apabila saya merenggangkan genggaman itu dan terus merenggangkannya, apa yang saya genggam akan pergi. Namun hari ini. Dibawah hujan. Saya jatuh cinta pada anda. Tanpa rasa takut yang selalu mengganggu kepala saya. Di dalam genggaman anda, saya jatuh cinta. Di dalam pandangan mata anda, saya jatuh cinta. Di dalam setiap tawa anda, saya jatuh cinta. Di dalam kecintaan saya kepada anda, ada kata yang ingin terucap. 'Jangan pergi.' Saya tidak peduli apakah ini mimpi atau kenyataan. Namun, hari ini. Saya ingin melupakan semua masalah. Saya ingin merasakan indahnya kasih sayang yang anda beri. Saya hanya ingin menggenggam tangan anda dan memeluk tubuh anda, selama anda masih disini, disamping saya, menemani saya. Dan saya harap, saya bisa melakukan itu selamanya. Tidak ada perpisahan yang indah. Tolong, jangan pergi.
Senin, 14 April 2014
Ber(+)
Selalu ada cobaan yang dateng, tapi itu yang bikin kita semakin bertambah. Bertambah dewasa. Bertambah pintar. Dan rasa sayang ini pun bertambah. Saya yang sekarang, yang mulai bertambah dewasa, dengan semua cobaan yang menimpa, yang seakan-akan tidak ada habisnya. Bukan...bukan cobaan yang tiada habisnya, namun sedih yang tiada habisnya. Air mata yang tidak mau berhenti turun dari hari ke hari. Seakan kenyataan pahit ini akan selalu menghantui saya. Yang selalu membuat saya sedih, saya selalu merasa kesepian disaat anda tidak ada disamping saya. Saya merasa ingin menceritakan kesedihan saya, namun anda tidak ada disamping saya untuk mendengar. Anda tidak ada disamping saya untuk mengusap air mata saya. Anda tidak ada disamping saya untuk bersandar. Kenapa tidak meminta tangan untuk menghapus air mata dan pundak untuk bersandar pada orang lain saja? Karna mereka akan menanya kenapa dan disaat itulah saya tidak bisa menjawab pertanyaan mereka. Daripada saya meminta orang lain untuk melakukan itu, lebih baik saya bersujud dan merentangkan tangan untuk berdoa. Ya. Tuhan yang selalu mengetahui apa yang dilakukan hamba-Nya. Tuhan yang selalu tahu sebab hamba-Nya sedih dan bahagia. Hanya Tuhan yang selalu ada dihadapan saya, yang dapat memecahkan air mata ini, agar perasaan saya lega. Agar saya kuat untuk menghadapi semua kenyataan pahit yang terjadi dihidup saya. Disaat anda tidak bisa menceritakan suatu masalah kepada orang lain dan hanya satu orang saja yang mengetahuinya, anda akan terguncang. Karena satu orang tidak bisa selalu ada disamping anda disaat anda sedih. Dengan kekuatan Tuhan, saya masih tetap bertahan, sampai akhirnya Tuhan memberikan kebahagiaan kepada saya. Kebahagiaan itu hanya berlangsung sebentar. Saya merasakan kesepian itu lagi, kesedihan itu lagi. Orang yang selama ini membuat saya bahagia, orang yang selama ini sangat saya sayang, dia ingin pergi, entah selamanya, entah sementara. Dia bilang dia akan melanjutkan hidupnya menjadi orang yang lebih baik kedepannya. Apa dengan adanya saya membuat anda menjadi orang yang tidak baik? Bukan itu pertanyaannya. Apa dengan adanya saya membuat anda bahagia? Menyedihkannya saya. Menunjuk orang untuk menempatkan kebahagiaan saya, tanpa memberi kebahagiaan itu kembali. Menyedikannya saya. Dicintai orang namun tidak merasakan cinta itu dan memperlakukannya sesuka saya. Ya. Tanpa saya sadar, saya melukai orang yang membahagiakan saya. Melukai orang yang mencintai saya. Saya yang 'sok tahu' dengan definisi cinta. Namun saya sendiri kalah, kalah akan emosi. Yang membuat saya melakukan hal bodoh. Yang membuat saya menyakiti seseorang. Anda menunjukkan kepada saya, indahnya cinta yang anda beri. Anda menunjukkan kepada saya, kebahagiaan yang sesungguhnya. Anda menunjukkan kepada saya, emosi akan menghancurkan semuanya. Dari anda, saya bertambah dewasa. Memikirkan sesuatu secara matang sebelum melakukannya. Dari anda, rasa sayang ini kian hari bertumbuh. Mencintai anda dengan cara yang baru. Mencintai anda dengan ketulusan. Tak peduli apa yang akan terjadi suatu saat. Apakah kita akan terpisah atau terus saling mencintai satu sama lain. Saya, mencintai anda hari ini dan seterusnya. Sampai hati ini menahan saya, untuk berhenti mencintai anda. Terima kasih dan maaf, Khoiru Suhendra.
Selasa, 01 April 2014
Lucky i'm in laf
Tadinya mau posting tentang yang syedih syedih tuh eh gajadi gara-gara lagi dibikin seneng mulu. Lagi unyu-unyu anjing gimanaa gitu~ Jadi ceritanya setelah bersakit-sakit minggu lalu tiba tiba kebahagiaan datang begitu saja dengan cepatnya. Memang luar biasa sekali menghapus rasa sakit secepat berak kecepirit. K. Jadi ceritanya waktu hari minggu kan ceritanya kangen yahhh terus mau ketemu, yaudah ajak main aja anak-anak yang biasanya main ama kita. Terus anak-anaknya pada php semua. Pada mau cod semua. Yang tadinya berangkat setelah dzuhur,eh gajadi grgr pada ga ngehargain waktu banget dan gua yang lagi kangen ama pacar bete dewekan. Ya bete gak siyy nunggu jam 1an tapi jam set3 hampir mau asar ga pasti gitu, rencananya dirubah-rubah gitu kayak power ranger? Yaudah akhirnya inisiatip sendiri aja gua jalan sendiri tanpa nunggu pacar codan dulu baru jemput gua. Kelamaan. Ntar yang ada waktu kangennya cuman sebentar doanx. Gak boong emang kangen sungguhan. Dari senin-sabtu ketemu disekolah tapi ya gitu serasa ldr beda negara padahal kelas samping-sampingan dan pulangnya juga gabisa ngayap dulu karena dia osn. Cah pinter dah emang susah. Hvft. Nahh pas gua udah dateng kerumah temen gua, dia lagi mau cod, untung gak telat datengnya, kalo telat kan ga lucu nunggu disitu kek bocah pea minta sebutir nasi. Hvft. Dan akhirnya gua yang diajak cod, bukan yang punya rumah. Selesai cod, temen yang satu lagi kagak dateng2. Nunggu dulu. Telponin dulu tapi gaada kepastian gitu. Gua mainin hapenya doi aja, cek bbm, eh masih ada kontak tuh cewek lagi. Hm. Yang dipikiran gua, dia masih chat, dia ngapalin pin nih cewek, dia asdfghjklanjingbanyak mikir! Dan akhirnya gua kayak nodong dia lagi buat jujur, gatau kenapa hati gua masih ga tenang aja kalo nih cewek belum 100% pergi dari hidup cowok gua. Feeling gua jadi makin kuat gitu grgr pas gua tatap dia,dia rada nyeleweng gitu,takut buat ditatap. Dan akhirnya pulang. Gua ngambek,kesel,ancur,pengen mati. Pas lagi muterin motor gua bilang 'makasih udah ga sayang sama aku lagi' dan dia langsung nahan stang motor gua...'apaan sih? Jangan kayak gini. Kamu kenapa?' 'gapapa. aku mau pulang. capek'. Lalu dia cabut konci motor gua,terus gua minta koncinya balik,alesannya mau pulang,padahal mau refreshin pikiran dari nethink segala macem,nyendiri dikamar,itu doang rencananya kalo udah dibalikin tuh konci motor. Terus abis gua ambil dia bilang 'kamu ati ati ya' dan jin macam apa yang ada dipikiran gua,langsung nyeplos 'gak.mau ngebut terus kelindes truk.mati dah'. Dan abis ngambil kunci motor langsung ngegas sekenceng2nya. Gatau itu kecepatannya berapa km/jam pokoknya yang gua rasain itu gas sampe pol banget-_- Beberapa kali dia mau ngeberentiin gua tapi gua salip salip mulu,dia teriak manggil gua tapi gua bodoamatin. Dan akhirnya gua capek sendiri. Pas dia berentiin, gua pasrah. Lupa sama apa yang dia bilang pas itu apaan tapi yang bener2 ngeleket dipikiran gua itu 'pacar aku tuh cuma satu.kamu doang.kalo kamu mati aku sama siapa?' gak unyu,tapi itu nunjukin kekhawatirannya dia ke gua. Dan gua pas itu masih bertarung ngelawan emosi,sedih yang pasti bakal pecah dipinggir jalan. Terus pas dia ngomong gua masih gamau natap muka dia, sampe akhirnya dia nangis dan gua kaget. Reflek langsung pecah itu emosi jadi nangis. Absurd emang nangis dijalan. Macem sinetron tapi ya mau gimana lagi? Dan akhirnya gua ngusap air matanya dia, dia juga ngelakuin hal yang sama. Terus dia bilang 'yaudah kamu ati-ati yaa.aku anterin sampe rumah.jangan ngebut' gua langsung mengiyakan. Dari awal pacaran sampe sekarang gabisa menolak kalo air matanya dia yang bikin gua selalu percaya lagi sama dia. Bukan cuman sekedar omongan ini itu. Yappp air matanya dia yang selalu membuat saya luluh dan menjatuhkan diri saya kembali sepenuhnya kepada dia. Disaat saya merasakan sedang di angan-angan,terbang seperti tak ada yang menghambat,tak ada yang melarang,ketika dia menangis,saya seakan turun dari kebebasan dan ketidakpedulian saya,menjadi sepenuhnya jatuh kembali, dipeluk kembali, oleh induk. Yaa rasanya seperti itu. Dan minggu-minggu ini lagi unyu-unyunyaa. Gak seperti minggu kemarin yang bener2 sama-sama gak pedulian. Hari ini ngerasa spesial bangettt karna dikasih foto selfie sama dia wakakakakakkakakakakak dan itu yang bikin semua bete segala macem hilang semua. Aibnya dia,ketampanan sendirinya dia dengan tasbih dipergelangan tangannya,dan kegilaannya untuk melakukan hal yang menjijikan tapi lebih berarti daripada sebuket bunga hahahahahahaaaa. Yang akan selalu bisa dikenang,tak akan mati,tak akan hilang hahahahahaaa. Dia memperlakukan saya secara spesial minggu ini. Saya merasakan cinta yang pernah kuat saat awal pacaran, itu muncul kembali. Rasa bahagia itu muncul kembali. Seperti habis di recharge ulang. Tadi abis ngeliat mensyen kita pas awal pacaran, anda yang begitu perhatian, anda yang begitu takut dengan apa yang saya tweet dan saya yang masih cuek banget nanggepin anda. Kalo liat yang dulu, saya merasa beruntung mendapatkan hati anda seutuhnya, dan sekarang, saya merasakan hal yang sama lagi. Setelah kita merecharge diri kita masing-masing. Saya sempat membutakan mata saya. Kepada realitas yang begitu pahit untuk saya telan dalam dalam. Namun anda membukanya kembali. Dengan sesuatu yang begitu manis hingga mata saya pulih kembali. Hingga saya dapat melihat suatu realitas yang begitu manis kembali. Anda tahu? Anda mengajari saya cara menggenggam rasa sakit yang dulu pernah anda lakukan dan anda mengajari saya cara membangun benteng kepercayaan yang dulu juga pernah anda lakukan. Saya mencintai anda. Tidak peduli rasa sakit yang akan saya tampung kemudian hari. Saya hanya memenuhi permintaan hati saya, yaitu untuk mencintai anda sepenuhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
